Sampah Ganggu Proses Belajar Sekolah

Sampah Ganggu Proses Belajar Sekolah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sampah Ganggu Proses Belajar Sekolah, Berita346

Sampah Ganggu Proses Belajar Sekolah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sampah Ganggu Proses Belajar Sekolah, 346, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sampah Ganggu Proses Belajar Sekolah

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) warga Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) warga Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Tengah 1, 2 dan 11, yang berlokasi di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, mengeluh adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada sangat dekat disamping sekolah tersebut. Bau sampah di TPS tersebut sangat mengganggu proses belajar-mengajar disekolah itu.

Menurut Kepala Sekolah SD Karang Tengah 1, Hj. Rumijati, keberadaan TPS itu sangat mengganggu proses belajar. Murid-muridnya sering mengeluhkan bau yang sangat menyengat dari TPS tersebut, apalagi saat petugas pengangkut sampah mengeruk sampah-sampah dari TPS ke mobil Pengangkut sampah.

“Benar, bau sampah dari TPS seringkali di keluhkan murid-murid saat proses belajar, apalagi ketika mobil pengangkut sampah mengeruk sampah di TPS tersebut,” katanya, Kamis (21/02/2013)

Rumijati juga menambahkan, TPS itu sudah ada sejak ia ditugaskan disekolah itu sekitar tahun 2008, namun sampai sekarang pemerintah setempat belum memindahkannya ketempat yang jauh lebih strategis.

“Sekitar tahun 2008, sejak saya ditugaskan di sekolah ini, TPS tersebut memang sudah ada. Tapi sampai sekarang pihak kelurahan ataupun Kecamatan belum pernah memindahkannya ketempat yang jauh lebih baik. Walaupun kami belum pernah mengeluhkannya secara tulisan, seharusnya pihak Kelurahan ataupun Kecamatan bisa lebih memahaminya,” tambahnya.

Namun sayang, saat ingin dikonfirmasi Lurah dan Camat setempat tidak ada dikantornya. (ges)