Saling Ejek di Twiter, Berujung di Pengadilan

Saling Ejek di Twiter, Berujung di Pengadilan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Saling Ejek di Twiter, Berujung di Pengadilan, Berita209

Saling Ejek di Twiter, Berujung di Pengadilan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Saling Ejek di Twiter, Berujung di Pengadilan, 209, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Saling Ejek di Twiter, Berujung di Pengadilan

Korban Penganiayaan
Korban Penganiayaan

TRUSTKOTACOM – Hanya karena saling ejek di jejaring sosial Twiter karena cowok cowok, Legita (16) siswi SMA Kelas III AL Fatah, Villa Melati Mas Serpong, Kota Tangsel babak belur dipukuli, ibu Angelique Rafah, adik kelas Legita.

Akibatnya, keduanya kini berurusan di meja pengadilan. Legita yang menjadi korban menuntut pelaku mempertangungjawabkan perbuatan kasar kepadanya.

Sidang perkara ini di gelar  Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (05/02/2013), di ruang utama dengan Ketua Majelis Hakim Syamsul Harahap dan dengan JPU Mico Siahaan.

Menurut Legita, peristiwa itu berawal ketika dirinya yang duduk sebagai kakak kelas, yakni kelas III tersebut saling ejek dengan adik kelasnya Angelique Rafah, kelas 1 SMA tersebut.

“Saling ejek di twitter, setelah itu dia mengadu ke orangtuanya. Cowok saya didekati sama pelaku,” kata Legita, Selasa (05/02/2013).

Tepatnya pada hari Senin  27 Agustus 2012 sekitar pukul 14.00 WIB siang, dirinya yang sedang beristirahat bersama dengan teman sekolahnya, yakni Riana dan Lidia. Ketiganya saat itu pergi ke  minimarket yang tak jauh dari sekolah.

“Ketika itu saya sedang ingin membeli ice cream. Datang si Rafah bersama ibunya,” katanya.

Ketika berada di minimarket tersebut, orangtua Rafah mendekatinya seraya bertanya siapa yang bernama Legita.

“Belum saya menjawab, ibunya langsung memukul saya dimata bagian kanan, lalu memukul kuping bagian sebelah kiri dan kemudian membenturkan saya ke boks ice cream sambil menjenggut, saya sampai jatuh  dan diinjak-injak juga sama si Rafah, “ terangnya.

Sementara itu, orangtua Rafah yakni Veronica mengatakan, tidak benar jika dia datang tidak menunggu jawaban dari Legita. “Dia sempat jawab, iya saya Legita, baru saya tonjok,” jelasnya dihadapan hakim.

Sementara saksi, yang juga  orangtua Legita, yakni Albert menyatakan, seharusnya masalah bias diselesaikan  di ruang kepala sekolah. “Jangan main hakim sendiri. Kalau sudah seperti ini, saya tidak bisa damai. Apalagi orangtuanya sempat ngomong ke saya, kita adu duit saja,” ujarnya.

Hakim  Syamsul Harahap berharap pihak korban mau memaafkan dan saling berdamai dengan pelaku. “Pekara seperti ini seharusnya tidak sampai di sini, saya berharap bisa diselesaikan,” tandasnya. (ges)