Sahrudin Ceritakan Penganiayaan Yang Dialaminya

Sahrudin Ceritakan Penganiayaan Yang Dialaminya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sahrudin Ceritakan Penganiayaan Yang Dialaminya, Berita541

Sahrudin Ceritakan Penganiayaan Yang Dialaminya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sahrudin Ceritakan Penganiayaan Yang Dialaminya, 541, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Sahrudin Ceritakan Penganiayaan Yang Dialaminya

Kondisi Sahrudin, saat di Ruangan Pavilium Sriwijaya RSUD Tangerang.
Kondisi Sahrudin, saat di Ruangan Pavilium Sriwijaya RSUD Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Kondisi Sahrudin (31) warga Kampung Katileng, Desa Tagok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, yang diduga korban salah tangkap Polsek Balaraja, atas tuduhan mencuri sepeda motor, mulai membaik.

Sahrudin menceritakan penganiayaan yang dialaminya. Ia mengaku masih trauma dengan apa yang dialaminya.

“Alhamdulillah sudah agak baikan, cuma masih sedikit shok saja,” kata Sahrudin kepada www.trustkota.com, di Ruang Pavilium Sriwijjaya, RSUD Tangerang, Selasa (24/09/2013).

Sahrudin menceritakan, sewaktu berada dilokasi kejadian dan saat di Polsek Balaraja. “Saat itu saya hanya mengantar Muslik, pas tiba disana, saya kaget  ada yang menuduh saya mencuri motor. Padahal saya baru kesana satu kali,” akunya.

Sahrudin juga membantah pernyataan Kapolsek Balaraja, kalau dirinya sudah terlebih dahulu di kormas oleh warga.

“Warga tidak ada satupun yang memukul. Lalu tiba-tiba ada satu polisi yang datang dan membawa saya ke kamar, disitu saya di introgasi dan pukulin. Tidak lama datang lagi polisi lainnya,” akunya lagi.

Sahrudin menambahkan, selanjutnya dirinya di bawa petugas ke Mapolsek Balaraja. Menurutnya, dalam introgasinya petugas kembali menganiaya dirinya untuk mengaku, namun dirinya tetap tidak mengaku karena yakin tidak merasa bersalah.

“Saya diintrogasi terus, dipukulin, ditendang, digetok pake helm, saya disuruh mengaku. Saya juga sempat dibawa keliling-keliling dengan ditutup mata saya, dan disitu saya disetrum dan sempat digetok dengan pistol,” akunya.

Hal sama dikatakan Muslik, rekan yang membawanya ke lokasi kejadian, juga membantah kalau polisi yang tiba dilokasi hanya menyelamatkan korban telah dikormas warga.

“Tidak benar itu, saya yang ada dilokasi kejadian, bahwa tidak ada satupun warga yang memukul. Karena pihak keluarga yang menuduh sendiri saja, sudah menjamin tidak akan ada yang main hakim sendiri,” katanya.

Muslik juga mengaku, telah melaporkan keluarga Asmad, korban kehilangan motor yang menuduh Sahrudin atas tuntutan pencemaran nama baik.

“Semalem saya ke Polresta Tangerang bersama pengacara dan keluarga Sahrudin, untuk melaporkan keluarga Asmad atas pencemaran nama baik, serta melaporkan Polsek Balaraja atas penganiayaannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irving Jaya mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Kita masih lakukan pemeriksaan atas kasus ini, kita masih mengumpulkan saksi-saksi dan bukti-bukti, untuk mencari siapakah yang melakukan pemukulan. Kalau terbukti petugas melakukan itu, akan ditindak tegas sesuai prosedur,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sahrudin (31), warga Kampung Katileng, RT 003/001, Desa Talog, Kecamatan Kresek, dituduh mencuri motor milik keluarga Asmad seorang penghulu yang tinggal diwilayah  Kampung Kubang, Desa Suka Sari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Tidak lama kemudian, beberapa petugas Polsek Balaraja yang tiba ke lokasi diduga langsung mengintrogasi korban disalah satu ruangan rumah dimana dirinya bertamu.

“Ceritanya,  pada sabtu sore sekitar jam 5, kakak diajak mengantar temannya yang bernama Muslik, ke rumah temannya di Balaraja. Sampai disitu tau-tau di samperin orang yang tidak lama habis kehilangan motor,” kata Edy.

Lanjut Edy, ciri-ciri kakaknya berdasarkan kepercayaan ritual mistik dan ciri-cirinya sama persis dengan kakaknya.  Mereka  menuduh kakaknya mencuri sepeda motor.

” Tidak lama kemudian, datang 4 petugas polisi Polsek Balaraja, langsung mengintrogasinya, di kamar teman Muslik ini, sebelum selanjutnya dibawa ke Mapolsek Balaraja,” kata Edy Sanjaya, di RSUD Tangerang. (ges)