Runtuhnya Tembok SMPN 1 Kalangayar Telan Korban Jiwa

Runtuhnya Tembok SMPN 1 Kalangayar Telan Korban Jiwa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Runtuhnya Tembok SMPN 1 Kalangayar Telan Korban Jiwa, Berita895

Runtuhnya Tembok SMPN 1 Kalangayar Telan Korban Jiwa, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Runtuhnya Tembok SMPN 1 Kalangayar Telan Korban Jiwa, 895, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Runtuhnya Tembok SMPN 1 Kalangayar Telan Korban Jiwa

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ketika mengunjungi kediaman Rizky. Rizky merupakan salah satu korban meninggal dunia akibat runtuhnya tembok SMPN 1 Kalanganyar, Rabu (07/09)
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ketika mengunjungi kediaman Rizky. Rizky merupakan salah satu korban meninggal dunia akibat runtuhnya tembok SMPN 1 Kalanganyar, Rabu (07/09)

LEBAK,TRUSTKOTA– Rizki Fauji (14) siswa SMP Negeri 1 Kalanganyar kelas Vlll tewas tertimpa tembok sekolah yang runtuh , Rabu (7/10) sekitar pukul 09.30 waktu jam istirahat sekolah. Korban mengalami luka cukup serius pada bagian dada serta dua tangannya yang patah akibat menahan tembok yang menimpa sebagian tubuh korban.

Menurut informasi yang dihimpun TrustKota.com, peristiwa runtuhnya tembok tempat wudu siswa di mushola sekolah setempat yang sudah lapuk dan tidak dipakai lagi. Saat itu, semua siswa sedang menikmati waktu istirahat sekitar pukul 09.30 wib, korban bersama teman – temannya bermain dan bercanda dibawah tembok yang berukuran 2X2 meter. Karena kondisi tembok sudah rapuh dan korban menyenggolnya, langsung roboh dan menimpa Rizki. Sedangkan teman-temannya berhasil menghindar dan selamat.

“Saya dan Rizky memang bercanda sambil mendorong tembok itu, tapi tidak disengka akan roboh. Setelah tahu roboh saya langsung lari, sedangkan Rizky hanya diam ditempat mencoba untuk menahan tembok tersebut yang akhirnya menimpa sebagian badannya,” tutur Hendra teman korban, kepada Trustkota.com

Lanjutnya, mengetahui temannya Rizky tertmipa, ia dan teman-temannya mencoba menyelematkannya dengan menraik dan mengangkat tembok yang menimpa Rizky. Namun, saat diangkat kondisinya sudah tidak sadarkan diri dengan dua tangannya yang patah.

“Tubuh Rizky yang tertimpa tembok mulai dari dada sampai kaki, dan saya langsung memberitahukan kepada guru-guru yang  ada di sekolah bahaw a Rizki tertimpa tembok dengan kondisi tak sadarkan diri,” ujarnya.

Soleh, kepala SMPN 1 Kalanganyar mengatakan, melihat kondisi korban sudah tidak sadarkan diri, pihaknya langsung membawa ke UGD RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung. Namun sayang, saat akan dilakukan tindakan medis, korban sudah dinyatakan meninggal oleh dokter, karena mengalami luka dalam yang cukup serius akibat tertimpa tembok yang bobotnya mencapai ratusan kilogram.

“Memang kondisi bangunan sekolah kami sudah banyak yang rapuh dan tidak layak untuk KBM, dan tembok yang roboh tersebut merupakan tembok tempat wudu siswa sudah rapuk dan tidak dipakai lagi,” kata Soleh.

Sementara Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan, pihaknya cukup prihatin atas peristiwa ini. Memang setelah dilihat kondisi bangunan SMPN 1 Kalanganyar ini sudah tidak layak lagi, dan ini menjadi dilema bagi pemkab Lebak yang mempunyai anggaran terbatas untuk melakukan pembangunan seluruh sekolah yang kondisinya tidak layak seperti SMPN 1 Kalanganyar ini.

“Kami nyatakan SMPN 1 Kalanganyar ini sudah tidak layak untuk KBM, karena bila terus digunakan akan membahayakan warga sekolah dan harus secepatnya dievakuasi ditempat yang aman,” ungkap Iti saat melihat langsung kondisi Bangunan SMPN 1 Kalanganyar.

Menurut Iti, Saat ini dari jumlah sekolah mulai SD sampai SMP, kondisi mangunan yang masih layak hanya sekitar 30 persen saja, sedangkan sisanya yakni 70 persen mengalami rusak berat. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Lebak sudah berupaya semaksimal mungkin dengan menganggarkan hampir separuh APBD kepada pendidikan. Tapi, khusus untuk biaya pembangunan sekolah hanya dianggarkan sekitar Rp 103 milyar saja, sisanya untuk gaji dan pemberian sertvikasi guru.

“Kami sebanarnya berharap banyak kepada bantuan dari Provinsi atau pusat, mengingat APBD kita yang sangat minim. Tapi, sampai saat ini, bantuan yang diberikan provinsi dan pusat tidak sebanding dengan kebutuhan yang ada,” papar Iti. (Riz)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait