Rumah Tidak Layak Huni Di Kresek Ambruk

Rumah Tidak Layak Huni Di Kresek Ambruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Rumah Tidak Layak Huni Di Kresek Ambruk, Berita794

Rumah Tidak Layak Huni Di Kresek Ambruk, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Rumah Tidak Layak Huni Di Kresek Ambruk, 794, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Rumah Tidak Layak Huni Di Kresek Ambruk

Kondisi
Kondisi

TRUSTKOTACOM – Nasib yang dialami Sinun kakek berusia (70) warga Kampung Kosambi RT 11/05, Desa Pasir Ampo, Kecamata Keresek, Kabupaten Tangerang, sangat memprihatinkan. Rumah gubuk yang ditinggali kakek penderita struk bersama istrinya itu, ambruk hingga rata dengan tanah, Selasa (05/03/2013).

Akibat musibah itu, Sinun mengalami luka memar ditubuhnya lantaran tertimpa runtuhan atap yang roboh. “Tadi malam turun hujan. Karena kondisi rumah saya sudah reot dan tak layak huni, makanya langsung roboh,” kata Saah (60) istri Sinun, Selasa (05/03/2013).

Menurut nenek yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh sawah itu, peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 05.00 WIB, Selasa (19/12/2012), dini hari. Pada saat itu, dirinya baru saja keluar dari rumah hendak berangkat ke sawah dan tiba-tiba rumahnya roboh. Ambruknya rumah kumuh tersebut, akibat kondisinya rapuh dan sudah tidak layak huni.

” Kondisi suami saya sedang sakit. Saat itu, suami saya masih tertidur dan tertimpa runtuhan atap,” ucap Saah dengan nada sedih

Saah berharap kepada pemerintah setempat agar dirinya mendapat bantuan untuk memperbaiki rumahnya. Lebih lanjut ia mengatakan, rumahnya yang ambruk sudah terdaftar dalam program Gebrak Pakumis. Tapi, sampai saat ini. belum mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades), Pasir Ampo Suwanta Wijaya mengatakan, dirinya¬† akan segera membantu korban tersebut. ” Kami akan segera membantu korban dan akan melaporkan peristiwa ini ke pihak Kecamatan serta Pemkab,” janji Suwanta Wijaya.

Ketika ditanya kenapa rumah yang ditempati Pasutri Sainun dan Saah tidak mendapatkan bantuan Rehab rumah dari program Gebrak Pakumis, Suprianto menjawab bahwa pihak Desa sudah mendatanya. ” Rumah tersebut sudah didata dalam program Gebrak Pakumis. Realisasinya digelombang kedua,” katanya. (cun)