Ribuan Warga Tangerang Rasakan Program Kartu Sehat Zaki Iskandar

Ribuan Warga Tangerang Rasakan Program Kartu Sehat Zaki Iskandar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ribuan Warga Tangerang Rasakan Program Kartu Sehat Zaki Iskandar, Berita615

Ribuan Warga Tangerang Rasakan Program Kartu Sehat Zaki Iskandar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ribuan Warga Tangerang Rasakan Program Kartu Sehat Zaki Iskandar, 615, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ribuan Warga Tangerang Rasakan Program Kartu Sehat Zaki Iskandar

Isah warga Cikuda, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggunakan Kartu Sehat untuk proses persalinannya.
Isah warga Cikuda, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggunakan Kartu Sehat untuk proses persalinannya.

TRUSTKOTACOM TANGERANG - Awal Mei 2014, TrustKota.com, menelusuri realisasi program Kartu Sehat yang diluncurkan  Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pada Desember 2013 lalu. Sudah sejauh mana Kartu Sehat ini, manfaatnya dirasakan masyarakat Kabupaten Tangerang? Kartu Sehat, salah satu program dari 25 program unggulan Bupati Ahmed Zaki Iskandar.

Hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kabupaten Tangerang, sampai Maret 2014,  sudah 1.498 warga Kabupaten Tangerang, menggunakan Kartu Sehat untuk mendapatkan pelayanan kesehatannya.

“Pengguna Kartu Sehat bermacam-macam, ada yang berobat sakit rawat inap dan rawat jalan. Ada juga untuk melahirkan dan memeriksa kesehatannya saja. Semuanya gratis dibiayai oleh program Kartu Sehat,” kata Etta Darmayanti, Ketua UPT Pengelola Jaminan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Tangerang, Jumat (02/05/2014).

Dengan demikian, dalam waktu lima bulan saja,  1.498 pengguna Kartu Sehat  sudah menyerap anggaran sebesar Rp 1.332.1117.878 dari total anggaran  yang disediakan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2014, sebesar Rp 57 Miliar.

Jumlah Kartu Sehat yang didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 127.348. Jumlah itu dirasa masih kurang karena banyak masyarakat yang belum dapat kartu sehat dan berharap memiliki kartu kesehatan gratis ini.

Dinkes tak menampik masih perlunya pendistribusian Kartu Sehat. Rencananya, pada Bulan Juli dan September, Dinkes akan melakukan update data Masyarakat Miskin (Maskin). Dari update itu, kemungkinan ada penambahan Kartu Sehat kepada masyarakat Kabupaten Tangerang.

Kartu Sehat ini, sengaja diluncurkan Bupati Zaki guna, mengantisipasi masyarakat Kabupaten Tangerang yang tidak tercover oleh  Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kenyataan dilapangan banyak masyarakat yang tidak tercover BPJS. Kondisi tersebut terjadi juga saat masih adanya Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Data Jamkesmas atau BPJS data lama,” tambah Etta.

Bagi masyarakat yang belum memiliki Kartu Sehat dan tidak masuk dalam BPJS, Pemkab Tangerang tetap memberikan jaminan berobat gratis hanya dengan menunjukan atau memberikan keterangan tidak mampu atau Maskin.

“Masyarakat yang menggunakan jaminan atau keterangan Maskin, kita cover juga. Dari Januari hingga Awal Maret 2014 ini saja sudah ada 900 pasien rawat inap dan jalan yang menggunakan keterangan Maskin,” tambah Etta.

Isah (34), salah satu pengguna Kartu Sehat di RSUD Kabupaten Tangerang mengaku sangat terbantu dengan adanya kartu sehat yang didistribusikan Bupati Zaki.

Menurut Isah warga Kampung Cikuda RT 05/01, Kelurahan Cisauk, Kartu Sehat Bupati Zaki, bukti nyata pemimpin yang peduli terhadap kesehatan masyarakatnya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pak Zaki yang peduli terhadap masyarakat tak mampu seperti kami. Kalau saya dan suami harus bayar biaya rumah sakit ini, jujur kami tak mampu,” aku Isah dengan lirih, Sabtu (03/05/2014).

Isah menggunakan Kartu Sehat untuk persalinan anak keduanya . Isah mendapatkan perawatan selama 6 hari di RSUD Tangerang, karena proses persalinannya tidak normal.

“Tidak mungkin kami bisa bayar biaya persalinan cesar ini. Bisa sampe Rp 7 juta biayanya mas,  dari mana uangnya. Penghasilan suami saya saja sebagai buruh tak memenuhi kebutuhan sehari-hari,” beber Isah.

Sementara itu, Sopiyah Ketua Rukun Tetanga (RT) 05/01, Cikuda, Kecamatan Cisauk, yang ditemui di rumahnya mengungkapkan, warganya sangat terbantu dengan adanya  kartu sehat yang diberikan oleh bupati.

Kata Sopiyah, sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK), yang tidak mampu dilingkunganya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa rasa khawatir akan biaya.

“Kartu sehat yang pak bupati buat, benar-benar solusi bagi warga tidak mampu mas. Apalagi 17 KK yang mendapatkan kartu sehat itu, tak dapat jamkesmas ataupun BPJS,” ungkap Sopiyah. (Cun/Qy)