Refleksi Satu Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa Tangerang Bentrok di Depan Istana

Refleksi Satu Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa Tangerang Bentrok di Depan Istana, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Refleksi Satu Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa Tangerang Bentrok di Depan Istana, Berita251

Refleksi Satu Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa Tangerang Bentrok di Depan Istana, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Refleksi Satu Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa Tangerang Bentrok di Depan Istana, 251, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Refleksi Satu Tahun Jokowi-JK, Mahasiswa Tangerang Bentrok di Depan Istana

Mahasiswa Tangerang menggelar aksi di Istana Negara-Trustkota.com
Mahasiswa Tangerang menggelar aksi di Istana Negara-Trustkota.com

TRUSTKOTA JAKARTA–Ratusan Mahasiswa Tangerang yang bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tangerang Raya melakukan aksi di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Aksi mahasiswa yang dimulai pada pukul 13.00 WIB tersebut mula-mula berjalan kondusif. Naum, suasana berubah memanas saat mahasiswa melakukan aksi berjalan mundur ke depan Istana.

Bentrokan dengan apararat kepolisian yang berjaga-jaga tak terelakkan saat mahasiswa mencoba bakar ban bekas di depan istana negara.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak, pemerintahan Jokowi-JK mesti meninjau ulang proyek pembangunan infrastruktur yang berasal dari hutang luar negri. Selain itu, agar segera menstabilkan nilai tukar rupiah, menolak impor pangan, mempercepat serapan APBN dan mencabut izin perusahaan pelaku pembakaran hutan.

“Percepat perubahan RUU KUHP, tingkatkan mutu pendidikan bangsa, berikan Akses pendidikan tinggi seluas luasnya untuk masyarakat tidak mampu dan Tolak UU revisi KPK yang diajukan oleh DPR RI,” tegas Steven Idrus Maulana, Ketua PMII Tangerang Raya.

Humas PMII Aflahul Mumtaz menambahkan, pemerintahan Jokowi-JK jangan sampai melupakan Nawacita, Trisakti, dan Revolusi Mental yang selalu digaungkan saat berkampanye. “Jika itu dilupakan, Jokowi-JK telah mengakhiri mimpi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Rya/joe)