Tagih Janji Wakil Rakyat, Ratusan Pedagang Kembali Datangi DPRD

Tagih Janji Wakil Rakyat, Ratusan Pedagang Kembali Datangi DPRD, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tagih Janji Wakil Rakyat, Ratusan Pedagang Kembali Datangi DPRD, Berita986

Tagih Janji Wakil Rakyat, Ratusan Pedagang Kembali Datangi DPRD, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tagih Janji Wakil Rakyat, Ratusan Pedagang Kembali Datangi DPRD, 986, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Tagih Janji Wakil Rakyat, Ratusan Pedagang Kembali Datangi DPRD

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Ratusan pedagang asongan yang biasa berjualan di stasiun dan gerbong kereta api, diwilayah Kabupaten Lebak serta sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kamis (12/09/2013), kembali mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak.

Kedatangan mereka, dalam rangka mempertanyakan hasil kesepakatan yang di janjikan DPRD Kabupaten Lebak, yang akan memanggil pihak PT.KAI (Persero) yang melarang pedagang agar tidak berjualan di lingkungan stasiun dan di dalam gerbong kereta api,

“Kami meminta kepada PT KAI untuk memberikan ijin kembali kepada pedagang aga bisa berjualan di lingkungan stasiun atau di dalam kereta,” Kata Amirudin, Korlap aksi dalam orasinya.

Menurut massa, dengan dilarangnya para pedagang untuk berjualan di sekitar lingkungan stasiun dan di dalam rangkaian gerbong kereta api dinilai, sama saja mematikan pendapatan kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Sejumlah perwakilan pedagang yang dipersilahkan melakukan audiendi dengan Kabag Humas Daops I Jakarta dan sejumlah direksi lainnya di kantor DPRD Kabupaten Lebak, yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Yogi Rahmat dan Fery Cahyadi.

Bambang, salah seorang perwakilan pedagang, mengatakan, jika memang aturan terkait dengan pelarangan berdagang di lingkungan stasiun dan di dalam rangkaian gerbong kereta api tersebut diberlakukan, seharusnya Pemerintah atau PT KAI juga mampu mencarikan solusi akibat dampak dari larangan tersebut.

“Kalau memang tidak boleh berjualan, nasib kami juga seharusnya dipikirkan dan dicarikan solusinya agar kami juga bisa mencari rezeki kembali,” tegasnya.

Sementara, Sukendra Kepala Bagian (Kabag) Humas Daops 1 Jakarta mengaku, saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan dan sejumlah rencana program kedepan untuk lebih mengutamakan kenyamanan serta keselamatan penumpang.

Menurutnya, langkah itu bisa berjalan, salah satunya adalah dengan tidak memberikan izin untuk berjualan didalam kereta atau di lingkungan stasiun. Meski begitu, dirinya mengaku hasil audiensi akan dilaporkan kepada Kepala Daops 1 Jakarta.

“Hal ini tidak lain dilakukan agar pelayanan dan kenyamanan para penumpang saat menggunkan jasa perkereta apian bisa lebih baik dan maksimal. Kami meminta maaf kepada kawan-kawan pedagang, dan kami berharap kawan-kawan bisa memahami tujuan kami dalam menciptakan kondusifitas dan kenyamanan penumpang,” Kata Sukendra. (Nda)