Ratu Atut Chosiyah Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara

Ratu Atut Chosiyah Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ratu Atut Chosiyah Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara, Berita151

Ratu Atut Chosiyah Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ratu Atut Chosiyah Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara, 151, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ratu Atut Chosiyah Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara

Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah.
Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah.

JAKARTA TRUSTKOTA – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gubernur Banten non-aktif Ratu Atut Chosiyah dituntut 10 tahun penjara, Senin (11/08/2014), dalam sidang di Pengadilan Tindak Pindan Korupsi (Tipikor), siang tadi.

Ratu Atut dan adik kandungnya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan terbukti memberi uang sebesar Rp 1miliar kepada Akil Mochtar agar memenangkan gugatan yang diajukan pasangan calon bupati/wabup Amir-Hamzah-Kasmin dalam Pilkada Lebak setahun silam.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Ratu Atut Chosiyah selama 10 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider lima bulan kurungan,” kata Jaksa Edi Hartoyo ketika membacakan tuntutannya.

Dalam amar tuntutannya, Atut dikenai pasal 6 ayat 1 huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam amar tuntutannya, jaksa juga meminta hakim untuk memberikan hukuman tambahan yaitu penghilangan hak politik Ratu Atut untuk dipilih dan memilih.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 21 Agustus mendatang untuk mendengarkan pembelaan lisan Ratu Atut atas tuntutan terhadap dirinya.

Akil Minta Rp 3 Miliar
Dalam sidang Kasus sengketa pilkada Lebak, Banten, tersebut juga terungkap bahwa Akil meminta uang sebesar Rp 3 Miliar. Kasus ini sendiri berawal dari kekalahan pasangan Amir-Kasmin dari pasangan Iti Oktavia Jayabaya-Ade Sumardi.Pasangan ini kemudian mengajukan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Jaksa juga meminta agar hak memilih dan dipilih Ratu Atut dicabut. Selama proses hukum inilah, menurut jaksa, Klik Ratu Atut diketahui menyuap Ketua MK Akil Mochtar, untuk memenangkan gugatan Amir-Kasmin.

Dalam Klik dakwaan jaksa, Akil disebutkan meminta Rp 3 miliar tetapi Tubagus Chaeri Wardana hanya menyanggupi Rp1 miliar.

MK akhirnya mengabulkan gugatan Amir dan membatalkan keputusan KPU Lebak tentang hasil penghitungan perolehan suara Pilkada Lebak dan memerintahkan penghitungan ulang. Akil sendiri ditangkap PK awal Oktober 2013 saat menerima dugaan uang suap tersebut. (tmn/dik)