Ramon Papana Kembali Berulah, Sebut Pejabat Pemkot Tangerang Ingkar Janji

Ramon Papana Kembali Berulah, Sebut Pejabat Pemkot Tangerang Ingkar Janji, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ramon Papana Kembali Berulah, Sebut Pejabat Pemkot Tangerang Ingkar Janji, Berita989

Ramon Papana Kembali Berulah, Sebut Pejabat Pemkot Tangerang Ingkar Janji, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ramon Papana Kembali Berulah, Sebut Pejabat Pemkot Tangerang Ingkar Janji, 989, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ramon Papana Kembali Berulah, Sebut Pejabat Pemkot Tangerang Ingkar Janji

458db5cfb5f902121bfc829ad678cd37

TRUSTKOTACOM – Ramon Papana, comedian dan penulis buku Stand Up Comedy yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Jawa Barat, dalam kasus dugaan penggelapan uang Almarhum Ade Namnung, pada Agustus 2012 lalu, kini muncul kembali dengan permasalahan baru.

Kali ini, Ramon menyebarluaskan Curahan Hati (Curhat) nya yang kepada wartawan melalui sebuah alamat email dodikhamster@yahoo.com (Management ICC, cp: Dodik Hamster).

Dalam curhatannya, Ramon merasa telah dibohongi, oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Pemkot Tangerang, Drs Amal  Herawan, lantaran tidak mendapatkan honor dan royalti senilai Rp 100 juta, atas penulisan buku “Lucunya Sang Walikota”, sebagaimana yang dijanjikannya.

“Saya dijanjikan menerima honor sebesar 100 juta untuk membuat Buku istimewa itu dalam waktu 1 bulan dan juga dijanjikan bagi hasil penjualan buku yang katanya akan dicetak dengan dana APBD sebanyak 1 juta eksemplar” kata Ramon, seperti tertulis dalam kisahnya tersebut.

Bahkan, sejak buku tersebut diluncurkan dalam Peringatan HUT Kota Tangerang ke 20, pada 28 Februari 2013 lalu, Ramon tak kunjung menerima honor ataupun royalti dari penjualan buku yang menceritakan seorang Walikota Tangerang, Wahidin Halim itu.

“Pejabat dari Ke Humasan Pemkot Tangerang yang juga pemilik Perusahaan yang melakukan Penjualan dan Distribusi Buku ‘LUCUNYA SANG WALIKOTA’ (CV.Duta Communications), ternyata tidak menepati janji dan terus menghindar. Bahkan, sampai sekarang ketika Wahidin Halim sudah lengser,” tukasnya.

Sementara, Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tangerang Amal Herawan saat dikonfrimasi membantah semua tudingan Ramon. Pasalnya, dirinya tidak pernah menjanjikan apapun kepada yang bersangkutan, apalagi menggunakan dana APBD.

Dijelaskannya pula, Buku ‘Lucunya Sang Walikota’ adalah buku gagasan dia (Ramon) sendiri, yang merupakan rangkaian dari buku Lucunya Indonesia.

“Bisa dibuktikan denganpernyataan Ramon ke beberapa media saat itu akan ketertarikannya kepada sosok WH. Logikanya, jika itu royalty nya dia dan proyeknya dia kenapa musti minta honornya ke kita, kecuali jika saya meminta secara khusus kepada dia untuk membuatkan buku Biografi atau semacamnya itu baru pake honor.Apalagi soal cetak buku 1 juta eksemplar, lebih tidak logis lagi, ngajuinnya juga malu. Atuh jumlah segitu mah masih mendingan buat cetak buku Pelajaran SD bisa dibagikan ke siswa se Tangerang gratis, aneh-aneh saja,” ungkap Amal saat ditemui www.trustkota.com.

Amal menambahkan, lantaran buku tersebut adalah bersifat pribadi, maka penggunaan APBD sangatlah tidak mungkin.

“Mana mungkin menggunakan APBD, apalagi dengan angka honor yang fantastis seperti itu dan tentunya perlu perjanjian ataupun semacam SPK, tidak asal kalau menggunakan anggaran APBD itu, dan ada tahapan standar dan aturan yang jelas,” paparnya.

Lebih lanjut Amal menyayangkan, soal penyataan bahwa dirinya terkesan menghindar dalam permasalahan ini. “Saya orang kantoran, rutinitasnya jelas. Kalau menghindar saya ga ngantor donk,” tukasnya.

Amal juga berencana akan melayangkan somasi dan menuntut masalah tersebut ke ranah hukum.

“Saat ini sedang kami pelajari dan telusuri agar akurat jika diperlukan akan dikonsultasikan juga dengan pengacara yang dulu digunakan Keluarga Ade Namnung agar memahami benar karakter orang ini. Sudah ada sih orang yang saya utus kesana. Karena banyak unsur fitnahnya, saya dibilang tukang tipu, punya perusahaan, menjanjikan macem-macem. Nampaknya dugaan pelanggaran Undang-undang ITE tentang penyebar cerita bohong/palsu lebih pas,” tegasnya.

Terpisah, saat dihubungi melalui Short Message Service (SMS) selulernya, pemilik alamat email Dodik Hamster mengakui dan membenarkan soal siaran pers yang dikirimnya kesejumlah wartawan itu. Meski demikian, dirinya enggan berkomentar banyak soal permasalahan tersebut, terlebih saat ditanya soal rencana Amal Herawan yang akan membawa kasus itu ke ranah hukum.

“Saya tidak akan menyampaikan statement lagi mas. Kalau memang ada somasi atau ada upaya hukum silahkan saja, itu sudah menjadi haknya,” tukasnya.

Seperti diketahui, Ramon Papana telah ditetapkan Polda Jawa Barat sebagai tersangka dalam kasus penggelapan uang milik komedian Almarhum Ade Namnung, sejak Agustus 2012 lalu.

Pria berbadan tambun itu, diduga telah menggelapkan uang, karena melakukan penarikan dari ATM milik almarhum Ade Namnung, beberapa hari setelah Ade Namnung meninggal dunia.

“Polda Jawa Barat memberitahu perkembangan kasus. Bahwa Ramon papana sudah jadi tersangka atas laporan, Rizal Prasetyo. Kasus ini melaporkan Ramon yang diduga menggelapkan uang Ade,” kata  Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum keluarga Almarhum Ade Namnung, kepada wartawan, Jumat (07/09/2012) lalu. (ges/net)