Raibnya Uang Operasional KPU Disesalkan Berbagai Pihak

Raibnya Uang Operasional KPU Disesalkan Berbagai Pihak, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Raibnya Uang Operasional KPU Disesalkan Berbagai Pihak, Berita949

Raibnya Uang Operasional KPU Disesalkan Berbagai Pihak, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Raibnya Uang Operasional KPU Disesalkan Berbagai Pihak, 949, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Raibnya Uang Operasional KPU Disesalkan Berbagai Pihak

Kendaraan Operasional yang dipakai Staf Bendahara KPU Kota Tangerang.
Kendaraan Operasional yang dipakai Staf Bendahara KPU Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Kasus hilangnya uang senilai 500 juta, milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang, yang akan digunakan untuk dana operasional rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tangerang, pada Rabu (04/08/2013) kemarin, disayangkan berbagai pihak. Apalagi, hilangnya uang yang berasal dari APBD Kota Tangerang itu, tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, salah satu pihak yang menyangkan raibnya uang KPU tersebut. Gatot menilai, KPU lalai dalam mengelola uang APBD. Seharusnya, kata Gatot, untuk kemanan KPU meminta pengawalan polisi.

“Sangat disayangkan sekali, harusnya dalam pengambilan uang yang nominalnya cukup tinggi itu, prosedurnya harus ada pengawalan dari pihak kepolisian. Artinya KPU sudah lalai, dan saya berharap hal ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi siapapun, agar kedepannya hal ini tidak terulang kembali,” kata Gatot, saat dihubungi www.trustkota.com, melalui telepon selularnya, Kamis (05/09/2013).

Hal yang sama juga dikatakan oleh  Direktur Lembaga Kebijakan Publik (LKP) Ibnu Jandi. Jandi juga menilai itu merupakan kelalaian pihak KPU. KPU harus mempertangungjawabkan hilangnya uang rakyat tersebut.

“Itu adalah kelalaian, kesembronoan KPU. Karena dalam pengambilan uang negara diatas 10 juta itu harusnya dia meminta petugas kepolisian untuk mengawal, melindungi dan menjaganya. Apapun alasannya, hal tersebut tetap harus di pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris KPU Kota Tangerang Achmad Safe’i mengakui, bahwasannya selama ini pihaknya tidak pernah meminta pengawalan dari pihak kepolisian dalam setiap kegiatan pengambilan uang.

“Ya, biasanya kami memang tidak pernah dikawal. Sebelum-sebelumnya juga waktu pengambilan uang senilai 600 juta tidak pernah dikawal,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, uang tunai senilai 500 juta Milik KPU Kota Tangerang, yang baru diambil dari Bank Jabar Tangerang dan rencananya akan digunakan untuk dana opersional rekapitulasi perhitungan suara, Rabu (04/09/2013) siang, raib digondol pencuri, saat mobil yang dikendarai Staf Bendahara KPU Kota Tangerang, Muhamad Ali serta 2 rekannya berhenti setelah mengalami gembos di Jalan Perintis Kemerdekaan I, Cikokol, Kota Tangerang. (ges)