Puluhan Objek Wisata Terancam Ditutup

Puluhan Objek Wisata Terancam Ditutup, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Puluhan Objek Wisata Terancam Ditutup, Berita616

Puluhan Objek Wisata Terancam Ditutup, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Puluhan Objek Wisata Terancam Ditutup, 616, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Puluhan Objek Wisata Terancam Ditutup

Salah satu wisata terbuka di kawasan Anyer
Salah satu wisata terbuka di kawasan Anyer

TRUSTKOTACOM – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Serang, mencatat ada 34 objek wiasata pantai terbuka sepanjang jalur Anyer hingga Cinangka Kabupaten Serang belum mengantongi surat izin usaha kepariwisataan (SIUK) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

“Jika sampai waktu yang ditentukan pemerintah, para pelaku usaha itu tidak mengurus izinnya, maka 34 objek wisata itu akan ditutup. Berdasarkan data yang dimiliki Disparpora di daerah Anyer sampai Cinangka ada sekitar 34 objek pantai wisata terbuka yang belum memiliki SIUK dan TDUP,” ujar kepala Disparpora Kabupaten Serang, Mimin Aminah usai kegiatan pelaksanaan koordinasi pembangunan objek pariwisata dengan lembaga atau dunia usaha 2012 di salah satu hotel di Anyer, Selasa (4/12).

Menurutny sejak 2009 pihaknya telah mensosialisasikan pada pengelola pantai agar mengurus perizinannya sesuai undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Dalam peraturan daerah pun ada aturan retribusi objek wisata, meski bukan aset daerah namun kontribusi ke daerah harus tetap ada. Namun pengelola selalu mengelak dengan alasan pemilik objek wisata ada di Jakarta.

“Sesuai dengan UU yang berlaku  semua pengelola pantai wisata harus memiliki SIUK dan TDUP. Mengurus izin di badan perizinan juga tidak terlalu sulit. Badan perizinanan biasanya sebelum memberi izin itu aspek teknis rekomendasinya dari diparpora dulu,” ungkapnya, seraya mengatakan dalam kegiatan koordinasi pembangunan objek pariwisata dengan lembaga atau dunia usaha tersebut, selain dihadiri Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Serang dan para pengelola pantai terbuka.

Sementara itu wakil Bupati Kabupaten Serang Ratu Tatu Chasanah yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa dalam hal pariwisata pemkab tidak bermaksud menganak tirikan, pelaku usaha harus memaklumi dengan kondisi anggaran pemda yang terbatas, dan harus memprioritaskan kebutuhan untuk masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan dan infrasrtuktur. Untuk dibutuhkan juga dukungan dari pihak pelaku usaha wisatanya.

“Sekarang infrastruktur menuju daerah wisata sudah mulai kelihatan perbaikannya. Pemda dalam hal ini tidak berarti menganak tirikan. Di pariwisata banyak yang harus kita perbaiki, tapi jika hanya mengandalakan pemerintah ini sangat sulit, untuk itu kita harus duduk bersama, membagi tugas, dimana tugas pelaku usaha, mana tugas pemda” tuturnya. (kon-1)