PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, Ribuan Buruh Bakal Nganggur

PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, Ribuan Buruh Bakal Nganggur, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, Ribuan Buruh Bakal Nganggur, Berita451

PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, Ribuan Buruh Bakal Nganggur, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, Ribuan Buruh Bakal Nganggur, 451, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, Ribuan Buruh Bakal Nganggur

PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, sebanyak 2500 buruh terancam ngangur
PT Shyung Ju Fung Gulung Tikar, sebanyak 2500 buruh terancam ngangur

TRUSTKOTACOM – PT Shyung Ju Fung (SJF) yang berlokasi di Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, gulung Tikar. Perusahaan yang bergerak sebagai produsen sepatu merek Assic resmi berhenti beroperasi sejak Senin 28 Januari 2013.

” Karena dinilai tidak adanya hubungan harmonis antara buruh dan perusahaan, pihak pemberi order atau buyer mencabut semua ordernya dari PT SJF. Sejak Senin 28 Januari 2013, PT SJF resmi berhenti beroperasi,” kata HRD Manager PT SJF, Dony Ferdiansyah, Selasa (29/01/2013 ).

Menurut Dony, aksi unjuk rasa yang terjadi terus menerus di PT SJF, mengakibatkan pihak buyer mencabut semua order diperusahaan yang dimiliki oleh warga asal Tailand itu. Sejak berdiri empat tahun lalu, perusahaan tersebut mengalami aksi demonstrasi sebanyak 12 kali.

” Aksi demonstrasi yang terus menerus, mengganggu aktivitas produksi dan memperburuk kondisi pabrik. Ironisnya, aksi demonstrasi buruh itu diperlihatkan langsung kepada pihak buyer yang melakukan audit pada 18-19 Oktober 2012 lalu,” tambah Dony.

Meski demikian, kata Dony, pihak perusahaan akan memberikan hak kepada seluruh karyawanya sesuai dengan ketentuan UU 13/2003.

” Jumlah karyawan PT SJF mencapai 2500. Pesangon yang akan diberikan sebanyak satu kali Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK) dan hak buruh itu, dibayarkan secara tunai,” ucap Dony.

Siti Hamidah salah satu buruh di pabrik itu mengaku bingung dengan bangkrutnya pabrik itu. ” Saya bingung mau nyari kerja kemana lagi. Pihak perusahaan berjanji jika beroperasi kembali kami akan dipekerjakan kembali tapi, melihat kondisi seperti ini kami pesimis,” kata Siti seraya berharap segera mendapatkan pesangon. (cun)