PSK Terjangkit HIV/AIDS Marak di Kota Tangsel

PSK Terjangkit HIV/AIDS Marak di Kota Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PSK Terjangkit HIV/AIDS Marak di Kota Tangsel, Berita241

PSK Terjangkit HIV/AIDS Marak di Kota Tangsel, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PSK Terjangkit HIV/AIDS Marak di Kota Tangsel, 241, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PSK Terjangkit HIV/AIDS Marak di Kota Tangsel

stop-hiv-logo

TRUSTKOTACOM TANGSEL – Pekerja Seks Komersial di Kota Tangsel marak terjangkit virus HIV/AIDS. Jumlahnya terus meningkat seiring makin maraknya tempat hiburan beroperasi di wilayah yang dipimpin Wali Kota Tangsel Hj Airin Rachmi Diany ini.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel, hingga pertengahan tahun 2014, sudah diamankan 39 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) karena terjangkit virus HIV/AIDS. Jumlah itu meningkat seiring pesatnya pertumbuhan lokasi hiburan-hiburan malam di Kota Tangsel.

“Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya. Di Tahun 2013, kami kirimkan 90 PSK ke panti sosial dan 3 orang diantaranya terjangkit HIV/AIDS. Sementara dari Januari 2014 hingga tengah tahun ini, 39 PSK kami amankan karena terjangkit HIV/AIDS,” ujar Hadiana, Kasie Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Penyalahgunaan Napza Dinsosnakertrans Kota Tangsel.

Masih menurut Hadiana, jumlah tersebut kedepannya bisa terus bertambah seiring dengan menjamurnya tempat hiburan malam di Kota Tangsel. Pasalnya, tempat hiburan merupakan salah satu lokasi penyebaran virus HIV/AIDS.

“Soal penanganan yang sudah terkena HIV/AIDS kami kerjasama dengan Kementrian Sosial RI dan mengirim pengidap HIV/ AIDS ke Rumah Sakit Perlindungan Sosial Khusus Orang-Orang Penyandang HIV/AIDS,” ucapnya.

Soal ini, Sekretaris MUI Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, pihaknya sudah kerap kali mendesak ketegasan Pemkot Tangsel untuk melakukan penutupan lokasi-lokasi yang kerap diduga sebagai tempat prostitusi terselubung di Kota Tangsel. Namun kenyataannya, lokasi-lokasi tersebut bukannya berkurang malah bertambah. Sebut saja, keberadaan lokasi-lokasi karaoke yang makin bertambah.

Umumnya karaoke di Kota Tangsel seperti The First Karaoke, Matador Karaoke, Diamor Karaoke, Venesia Karaoke dan Boa Karaoke dan banyak lainnya, berlokasi di ruko-ruko yang disediakan pengembang perumahan. Termasuk juga puluhan panti pijat yang kerap beroperasi di ruko-ruko perumahan yang juga disediakan pengembang perumahan.

“Kami sudah kerap kali mengingatkan dan meminta agar Pemkto Tangsel tegas dalam mengawasi dan jangan sembarangan member ijin kepada lokasi-lokasi hiburan yang malah menjadi lokasi dugaan ajang prostitusi,” katanya.

Apalagi terang Abdul Rojak, Kota Tangsel memiliki motto Cerdas, Modern dan Religius. Harusnya motto ini menjadi cermin daerah Kota Tangsel. Namun pada kenyataanya, makna religius yang ada dalam motto masih jauh dari yang diharapkan. Salah satu yang paling nyata terangnya dengan mudahnya peredaran miras dan juga lokasi-lokasi hiburan yang menyediakan perempuan yang kerap jadi ajang mesum.

“Kami bukan menghalangi  keberadaan hiburan di Kota Tangsel. Tapi kalau hiburannya menjurus pada asusila itu yang kami tidak ingin. Saya rasa warga juga tidak suka kalau hiburan seperti itu dibiarkan berkembang oleh Pemkot Tangsel,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel Azhar Syamun mengatakan, pihaknya terus melakukan rajia guna menekan keberadaan praktek prostitusi di Kota Tangsel. Rajia dilakukan di lokasi-lokasi hiburan malam seperti karaoke dan sejenisnya. Termasuk juga, panti pijat dan titik-titik area  lokasi prostitusi seperti di kawasan Ciputat, Serpong, Pamulang dan Pondok Aren.

“Kami terus intensifkan rajia untuk menekan keberadaan mereka (prostitusi, red),” ujarnya.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan terkait dengan keberadaan hiburan malam. Menurut Airin, dirinya sebagai wali kota sudah mengintruksikan dinas terkait untuk melakukan pendindakan terhadap lokasi-lokasi hiburan malam yang menyalahi peruntukan.

“Termasuk  juga seperti dinas yang mengeluarkan ijin sudah saya intruksikan untuk tidak sembarangan. Harus jelas peruntukannya untuk apa-apa saja. Termasuk apa yang ada di dalam lokasi hiburan malam itu,” ujarnya, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, soal maraknya keberadaan tempat hiburan yang jadi ajang prostitusi di Kota Tangsel. (Dri)