Proyek Waduk Karian Di Lebak Telan Anggaran 900 M

Proyek Waduk Karian Di Lebak Telan Anggaran 900 M, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Waduk Karian Di Lebak Telan Anggaran 900 M, Berita177

Proyek Waduk Karian Di Lebak Telan Anggaran 900 M, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Waduk Karian Di Lebak Telan Anggaran 900 M, 177, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Waduk Karian Di Lebak Telan Anggaran 900 M

Rudi Ketika menunjukan miniatur mega proyek Waduk Karian yang di bangun di Kabupaten Lebak dalam jangka waktu 5 tahun, Sabtu (17/10)
Rudi Ketika menunjukan miniatur mega proyek Waduk Karian yang di bangun di Kabupaten Lebak dalam jangka waktu 5 tahun, Sabtu (17/10)

LEBAK,TRUSTKOTA- Pembangunan mega proyek Waduk Karian di Kampung Kalahi, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak menelan anggaran 900 Miliar dari APBN tahun 2015 Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Pasalnya pembangunan tersebut akan berdiri diatas lahan seluas 2000 hektare dari 4 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak.

“pembangunan Waduk karian ini dikerjakan oleh Join Operational (JO) yakni WIKA,WASKITA dan DAELIM yang memiliki kontrak kerja selama 5 tahun, diatas lahan seluas 2 ribu hektare dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Sajira dan Cimarga,”papar Rudi Wakil JO dari Waskita , di lokasi mega proyek, Sabtu (17/10).

Rudi menjelaskan pengerjaan mega proyek seperti ini tidak bisa mendadak, sebelumnya perlu ada perencanaan yang matang dan  tidak bisa serta merta langsung melaksanakan pembangunan.

“targetnya mega proyek ini akan berakhir pada tahun 2019, saat ini masih dalam tahap pembangunan jalan, fasilitas kerja, dan rumah dinas untuk para pekerja, selain itu mega proyek ini merupakan pembangunan bendungan yang ke 13 se- Indonesia,”paparnya.

Jika telah selesai, kata Rudi, akan ada ratusan pekerja lokal yang dikerjakan dalam waduk karian tersebut.

“memang saat ini untuk pembebasan lahan baru sekitar 40% , namun jika telah selesai yang akan menjadi prioritas utama jelas tenaga lokal yang penerimaan pekerjanya juga tidak sembarangan, melalui proses yang nantinya menentukan dimana sepantasnya pekerja itu ditempatkan,”tandasnya.

Sementara, Sa’ud (45) warga desa Pasir tanjung mengatakan, dengan adanya mega proyek tersebut jelas merupakan sebuah kemajuan untuk Kabupaten Lebak dan bagi masyarakat sekitar yang belum mempunyai pekerjaan.

“dengan adanya mega proyek tersebut jelas membuka lapangan pekerjaan , peningkatan ekonomi, dan juga untuk objek wisata,”pungkasnya. (Riz)