Proyek Jembatan Kedaung Senilai Rp 23 Miliar Terbengkalai

Proyek Jembatan Kedaung Senilai Rp 23 Miliar Terbengkalai, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Jembatan Kedaung Senilai Rp 23 Miliar Terbengkalai, Berita482

Proyek Jembatan Kedaung Senilai Rp 23 Miliar Terbengkalai, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Jembatan Kedaung Senilai Rp 23 Miliar Terbengkalai, 482, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Jembatan Kedaung Senilai Rp 23 Miliar Terbengkalai

1

TRUSTKOTACOM – Proyek pembangunan jembatan rancang baja tahap satu yang akan menghubungkan jalur Kedaung Barat Kabupaten Tangerang dan Kedaung Baru Kota Tangerang, molor. Proyek yang menelan anggaran senilai Rp 23 miliar dari dana APBD Provinsi Banten, beberapa hari ini terbengkalai.

“Saya tidak tahu secara pasti mulai dari kapan pembangunan jembatan ini terhenti. Tapi setahu saya, dalam beberapa hari ini, pembangunan jembatan ini tidak dikerjakan,” kata Surya Saputra warga sekitar yang ditemui trustkota.com di lokasi pembangunan jembatan tersebut, Rabu (23/10/2013).

Menurutnya, masyarakat sekitar berharap proyek pembangunan jembatan tersebut bisa segera terealisasi. Mengingat  selama ini, warga yang khendak menyeberang kali yang melintasi perbatasan antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang itu, menggunakan eretan yang tidak dilengkapi pengaman memadai.

“Warga disini sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan, kalau ada jembatannya kan enak. Kita nyeberang juga bisa lebih aman. Tapi kalau pembangunanya saja seperti ini, kapan selesainya,” cetusnya.

Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Supajri menyesalkan lambanya proyek pembangunan jembatan tahap pertama itu. Kata Suparji, proyek tersebut seharusnya dikerjakan secepat mungkin.

“Proyek pembengunan jembatan tahap awal tersebut, pelaksanaanya dijadwalkan 150 hari kalender. Saat ini, pengerjaannya sudah berjalan dua bulan, mestinya minimal satu pondasi sudah terbangun,” kata Suparji.

Menurut Suparji, agar pembangunan jembatan itu berjalan dengan baik, seharusnya ada koordinasi antara pemerintah setempat dan Pemprov Banten untuk mengawasi proyek tersebut.

“Kalau pembangunan jembatan itu tersangkut hambatan, nantinya masyarakat juga yang akan di rugikan. Mengingat masyarakat juga membutuhkan sarana transportasi yang aman dan nyaman,” tegas Suparji.

Pantauan trustkota.com, di depan jalan lokasi pembangunan jembatan itu, terpampang plang pemberitahuan proyek pengerjaan Jembatan Kedaung tahap 1 dengan nilai anggaran mencapai Rp 23 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten. Dalam papan tersebut juga tercantum jadwal pengerjaan yakni 150 hari kalender dan PT Alam Baru Jaya sebagai pelaksana konstruksi.

Di lokasi pembangunan jembatan, terlihat galian tanah sedalam lima meter yang dibiarkan menganga tanpa penutup atau pembatas. Warga yang hendak menyeberang menggunakan perahu eretan harus ekstra hati-hati. Karena, selain jalan yang curam dan sempit, dikhawatirnya warga bisa terjun bebas ke lubang besar yang rencananya untuk bangunan pondasi jembatan.(cun)