Proyek Double Track PT KAI Ditolak Warga

Proyek Double Track PT KAI Ditolak Warga, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Double Track PT KAI Ditolak Warga, Berita668

Proyek Double Track PT KAI Ditolak Warga, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Double Track PT KAI Ditolak Warga, 668, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Proyek Double Track PT KAI Ditolak Warga

Warga tolak aktivitas proyek double track PT KAI di Maja Kabupaten Lebak.
Warga tolak aktivitas proyek double track PT KAI di Maja Kabupaten Lebak.

LEBAK,TRUSTKOTA – Warga disepanjang jalur, Jalan Djohar Atmadja, Kampung Maja Pasar, Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengeluhkan adanya proyek Duoble Track PT KAI. Pasalnya, aktivitas truk pengangkut matrial proyek tersebut menganggu kenyamanan warga.

Akibat aktifitas proyek tersebut,badan jalan dan saluran drainase hancur. Tak hanya itu, debu yang diakibatkan truk-truk pengangkut matarial proyek tersebut mengancam kesehatan warga.

“Dari awal warga dengan tegas menolak aktifitas truk pengangkut tanah maupun matrial milik PT Wahana Tunggal Jaya itu. Keamanan dan kenyamanan warga benar-benar terganggu jalan sempit ini dilalui armada proyek tersebut,” Ujar  Ateng Sutisna, seusai pertemuan musyawarah antara warga dengan pihak kontraktor yang dipasilitasi pihak Desa Maja, Selasa (9/9/2014).

Penolakan itu ditegaskan warga di pertemuan antara tokoh masyarakat, tokoh pemuda kampung Maja-Pasar, yang disaksikan  Babinsa, Polsek Maja dan Babinmas Koramil Maja dan pihak kontraktor berlangsung di Aula LKMD Desa Maja. Warga juga meminta pihak PT KAI dan kontraktor agar bertangungjawab atas dampak negatif yang ditimbulkan proyek tersebut.

“Kami minta pihak pemerintah juga agar ikut mengawasi dan bisa membatasi truk-truk besar melintas dijalur pemukiman ini. Jalur jalan yang sempit ditambah lalu lalang truk, benar-benarmengganggu dan menghambat arus lalulintas disamping mengancam keselamatan  dan kesehatan warga,” tegas Ateng.

Sementar itu, Perwakilan dari  PT,Wahana Tunggal Jaya, Ujang Taryana, menyatakan  pihak kontraktor akan bertanggungjawab penuh atas kerusakan jalan maupun fasilitas lainnya yang disebabkan oleh truk-truk pengangkut matrial milik perusahaannya.

“Kebetulan saya di berikan surat kuasa untuk pertemuan dengan warga Kaburon yang keberatan atas aktifitas truk matrial melintas di jalur perkampungan warga. Pada dasarnya pihak perusahaan siap bertanggungjawab dan siap membangun kembali semua fasilitas umum yang rusak, dengan membuat pernyataan diatas materai,” katanya. (RIZ)