Protes Trayek, Sopir Angkot Cilegon-Serang Mogok Massal

Protes Trayek, Sopir Angkot Cilegon-Serang Mogok Massal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Protes Trayek, Sopir Angkot Cilegon-Serang Mogok Massal, Berita750

Protes Trayek, Sopir Angkot Cilegon-Serang Mogok Massal, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Protes Trayek, Sopir Angkot Cilegon-Serang Mogok Massal, 750, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Protes Trayek, Sopir Angkot Cilegon-Serang Mogok Massal

Puluhan sopir Angkot melakukan mogok massal di Kota Serang
Puluhan sopir Angkot melakukan mogok massal di Kota Serang

SERANG TRUSTKOTA-Puluhan sopir Angkot di Kota Serang melakukan aksi mogok massal, Selasa (4/8/2015). Mereka memprotes kinerja Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Serang atas sembrautnya trayek.

“Trayek Cilegon-Serang tidak jelas. Seharusnya Dishub Kota Serang dan Provinsi Banten bisa memberikan solusi,” ujar Alan, salah seorang sopir angkot.

Alan mengaku, pihaknya mendesak, agar trayek Cilegon-Serang bisa mengantarkan penumpang hingga masuk jantung Kota Serang, Sebab, selama ini, pihaknya dibatasi hanya sampai Kepandean. “Penumpang banyak yang mengeluh. Karena ongkos dua kali bila hanya diturunkan di Kepandean,” terang Alan.

Alan menuturkan, aksi mogok yang dilakukaan dirinya dan puluhan sopir lainnya agar pihaknya diizinkan mengantar penumpang. “Aksi mogok ini untuk membuka mata para pengambil kebijakan. Ini juga buat membela penumpang,” tandasnya.

Lebih jauh Alan mengatakan, dirinya bersama supir angkot lainnya tidak masalah memberikan retribusi seperti biasanya sebesar Rp7000. Jika dibebaskan mengantar penumpang hingga Ciceri, Rau dan Royal.

“Kalau begini terus, sopir angkot Cilegon – Serang akan rugi. Karena rata-rata penumpang hanya memberikan ongkos setengah dari tarif,” pungkasnya.

Atas aksi mogok tersebut, banyak penumpang terlantar. Ada yang terpaksa naik ojek dan ada pula menunggu angkutan umum lainnya.(Den)