Prona Tak Total Gratis, Ada Biaya Yang Ditanggung Warga‎

Prona Tak Total Gratis, Ada Biaya Yang Ditanggung Warga‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Prona Tak Total Gratis, Ada Biaya Yang Ditanggung Warga‎, Berita975

Prona Tak Total Gratis, Ada Biaya Yang Ditanggung Warga‎, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Prona Tak Total Gratis, Ada Biaya Yang Ditanggung Warga‎, 975, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Prona Tak Total Gratis, Ada Biaya Yang Ditanggung Warga‎

TrustKota.com
TrustKota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Dalam mendukung program strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), melalui program legalisasi asset yang  dikenal dengan sebutan Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria). Kantor BPN Kabupaten Lebak, Banten, terus mempercepat penyelesaian pembuatan buku sertipikat tanah warga yang masuk dalam kuota Prona 2015.

Menurut Kepala BPN Lebak,Iskandar Subagya melalui Suraji, Kepala Seksi (Kasi) Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) Suraji,  penyelenggaraan Prona adalah bertugas memproses pensertipikatan tanah secara massal, sebagai perwujudan daripada program Catur Tertib di Bidang Pertanahan agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai rencana. Kabupaten Lebak, sambung Suraji  tahun ini mendapat kuota legalisasi aset sebanyak 5.350 buku sertipikat tanah yang terdiri dari Prona 5.050 bidang tanah, nelayan 100, pertanian 100, MBR 100 dan UMK 100 yang  tersebar di 20 Desa/Kelurahan di 14 Kecamatan.

Dijelaskan, kegiatan Prona yang dimulai pada tahun 1981 lalu adalah, pendaftaran tanah pertama kali dilakukan secara terpadu dan ditujukan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah, dalam rangka menyeselaikan secara tuntas terhadap sengketa-sengketa tanah yang bersifat strategis secara sederhana, mudah, cepat dan murah, sebagai salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah.

“Meski program legalisasi asset ini dibiayai oleh APBN, namun tidak semuanya gratis,ada beberapa item yang ditanggung oleh pemohon” jelasnya.

Suraji juga menjelaskan ,biaya yang ditanggung oleh pemerintah dalam kegiatan ini adalah, biaya penyuluhan, pengumpulan data (alat bukti atas hak), pengukuran bidang tanah, pemeriksaan tanah, penerbitan SK hak/pengesahan data fisik dan data yuridis, penerbitan sertipikat dan supervisi dan pelaporan.

” Sementara untuk biaya materai, pembuatan dan pemasangan patok tanda batas, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PPh) bagi yang terkena ketentuan perpajakan adalah menjadi beban kewajiban peserta program.” Katanya. Sabtu, (18/04/2015)

Program legalisasi asset ini , kata Suraji dimaksudkan agar masyarakat Kabupaten Lebak tertib dalam administrasi pertanahan. Terlebih di Kabupaten Lebak, warga yang memilki sertifikat tanah baru mencapai kurang lebih ada 60 persen. Sehingga masih tersisa 40 persen lagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah.
Kendala yang dihadapi selama ini oleh BPN dalam penyelesaian legalisasi aset di Kabupaten Lebak adalah, kurangnya dukungan dari aparat desa dalam melengkapi berkas dan dokumen untuk pembuatan buku sertipikat.
Padahal lanjut Suraji dengan adanya buku sertipikat tanah,dapat mempermudah warga mendapatkan pijaman modal ke bank serta adanya jaminan bukti kepemilikan tanah yang sah.

“Dengan adanya sertifikat bisa mengembangkan permodalan usaha, baik mikro, UMKM, peternakan dengan melalui pengajuan pinjaman modal di perbangkan,” ungkapnya.

Meski program ini baru berjalan tiga bulan kata Suraji,namun pihaknya sudah berhasil menyelesaikan pembuatan buku sertipikat tanah sebanyak 500 bidang yang akan segera dibaggikaan kepada pemiliknya.

“Target awal kami hanya 300 buku sertipikat yang selesai pada akhir April 2015.Namun berkat kerja keras semua tim yang tergabung dalam satgas Prona,kami mampu menyelesaikan 500 buku sertipikat tanah yang akan dibagikan secara gratis pada akhir bulan ini,” pungkasnya. (Riz)