Program Kementerian di Kabupaten Lebak Diduga Bermasalah

Program Kementerian di Kabupaten Lebak Diduga Bermasalah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Program Kementerian di Kabupaten Lebak Diduga Bermasalah, Berita858

Program Kementerian di Kabupaten Lebak Diduga Bermasalah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Program Kementerian di Kabupaten Lebak Diduga Bermasalah, 858, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Program Kementerian di Kabupaten Lebak Diduga Bermasalah

ilustrasi
ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Program Kementerian yakni percetakan sawah dinas pertanian di Kabupaten Lebak, diduga bermasalah . Dari 80 hektar yang seharusnya direalisasikan, yang terealisasi hanya 44 hektar. Progaram ini, dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2012, sebesar Rp 800 juta.

“Waktu itu, tim melaksanakan sosialisasi , bahwa di Desa Pagelaran , Malingping akan ada program percetakan sawah baru seluas 80 hektar.Tapi sampai sekarang berdasarkan pangamatan kami , luasnya tidak mencapai 80 hektar, ya paling sekitar 40 hektaran ,” Ujar . Dedi warga Malingping , kemarin.

Warga Malingping, khususnya desa Pagelaran, kata Dedi, sangat menyambut baik dengan adanya program tersebut. Namun, pihaknya, lanjut Dedi sangat menyesalkan , jika program itu hanya dijadikan ajang untuk mencari keuntungan pribadi oknum pejabat  saja.

“Yang kami tanyakan , janjinya waktu itu 80 hektar , kok realisasinya tidak sampai segitu, lalu sisanya kenapa tidak bisa diselesainkan dan sisa anggarannya dikemanakan ,” kata Dedi penuh tanya.

Sementara itu Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) dinas pertanian kabupaten Lebak , Rahmat Yuniar membenarkan ada program percetakan sawah di Kecamatan Malingping, seluas 80 hektar dari kementrian pertanian  tahun anggaran 2012 lalu, dengan nilai anggaran Rp 800 juta .

Meski demikian, pihaknya juga mengakui dari 80 hektar lahan yang seharus dijadikan areal pencetakan sawah yang dilaksanakan hanya sekitar 44 hektar, dengan alasan sebagian lahan yang akan dijadikan percetakan sawah milik perorangan warga Jakarta.

“Sisa anggarannya  akan kami kembalikan ke kas negara. Tapi memang sisa anggaranya belum kami kembalikan  ,” kilah Rahmat. (yar)