Produksi Shabu di Rumah, Pasutri di Curug Tangerang Ditangkap BNN

Produksi Shabu di Rumah, Pasutri di Curug Tangerang Ditangkap BNN, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Produksi Shabu di Rumah, Pasutri di Curug Tangerang Ditangkap BNN, Berita202

Produksi Shabu di Rumah, Pasutri di Curug Tangerang Ditangkap BNN, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Produksi Shabu di Rumah, Pasutri di Curug Tangerang Ditangkap BNN, 202, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Produksi Shabu di Rumah, Pasutri di Curug Tangerang Ditangkap BNN

Bahan dan alat pembuat shabu diamankan petugas BNN.
Bahan dan alat pembuat shabu diamankan petugas BNN.

TRUSTKOTACOM TANGERANG – Badan Narkotika Nasional (BNN), mengerebek sebuah rumah di Perumahan Binong Permai, Blok H 20 Nomor 6, Kelurahan Curug, Tangerang, yang menjadi pabrik gelap pembuatan narkoba jenis shabu.

Humas BNN, Sumirat, kepada wartawan membenarkan pengerebakan tersebut. Menurutnya,  dua orang diamankan petugas BNN dari rumah pembuat shabu itu. Selain itu, petugas juga mengamankan bukti shabu seberat 1 kilogram dan alat-alat pembuat kristal haram tersebut.

“Modusnya yakni Kithcen Lab. Ini adalah jaringan yang dipecah-pecah oleh bandarnya. Di sini dijadikan tempat pemurnian. Ini miliaran rupiah omzetnya,” terangnya, Sabtu (14/06/2014).

Adapun dua orang tersangkanya adalah sepasang suami istri yang telah ditangkap pada sehari sebelum dilakukan penggerebekan. Hingga kini petugas BNN masih melakukan penyelidikan di lokasi.

Rumah besar dua lantai bercat hitam ini hingga saat ini belum diberi garis polisi. Kedua yang ditangkap, berinisial D dan L. Dalam sehari, diduga pelaku bisa memproduksi sabu sebanyak lima kilogram.

Dari rumah bercat hitam itu, petugas menemukan sabu siap edar seberat satu kilogram dan alat pembuat sabu. Tersangka pembuat sabu rumahan itu, ternyata sudah enam kali produksi. Lima hasil produksinya sudah disalurkan ke bandar.

“Lima sudah dilempar ke bandar dan satu masih di tempat kejadian perkara. Pelaku membutuhkan waktu selama empat hari untuk membuat bahan mentah hingga menjadi sabu,” terang Sumirat. (Qy)