Postingan Berbau Politik Masih Marak, Kinerja Bawaslu di Pertanyakan

Postingan Berbau Politik Masih Marak, Kinerja Bawaslu di Pertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Postingan Berbau Politik Masih Marak, Kinerja Bawaslu di Pertanyakan, Berita367

Postingan Berbau Politik Masih Marak, Kinerja Bawaslu di Pertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Postingan Berbau Politik Masih Marak, Kinerja Bawaslu di Pertanyakan, 367, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Postingan Berbau Politik Masih Marak, Kinerja Bawaslu di Pertanyakan

Amran Arifin, Pengamat Politik/Trustkota
Amran Arifin, Pengamat Politik/Trustkota

TRUSTKOTA TANGERANG- Kinerja Bawaslu Kabupaten Tangerang dipertanyakan. Hal itu terkait masih maraknya kampanye di Media Sosial (Medsos) seperti postingan berbau politik seperti Pileg dan Pilpres 2019.

Pantauan trustkota.com, sejak masa tenang berlangsung 14 April 2019. Masih terlihat postingan para simpatisan Caleg/Capres di Medsos. Saat dikonfirmasi, salah satu Caleg menanggapi dingin terkait larangan kampanye di hari tenang.

“Di Medsos mah jalan terus. Permainan baru dimulai,” ujar salah seorang Caleg yang mengirim postingan dirinya di salah satu aplikasi Medsos.

Sementara,  Pengamat Politik Amran Arifin mempertanyakan kinerja Bawaslu Kabupaten Tangerang terkait ketegasan dalam melakukan penindakan.

“Sejauhmana Bawaslu mampu menjalankan tugasnya untuk hal pelanggaran di masa tenang. Karena bukan rahasia umum banyak pelanggaran,” ujar Amran Arifin kepada trustkota.com, Senin (15/4/2019).

Ungkap Amran,  saat menjadi Caleg Provinsi Banten tahun 2014 yang lalu. Dirinya pernah menghubungi Bawaslu Via Telepon terkait laporan money politik. “Malah tak ditanggapi sama Bawaslu,” Ketus mantan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini.

Selain itu lanjut Amran, apa yang disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang bertolak belakang apa yang dijelaskan Bawaslu Pusat.

“Publik boleh menunjukkan dukungan ke publik. Karena bagian dari hak mengemukakan pendapat yang dijamin UUD 1945,” tegas Amran.

Perlu diketahui, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang Andi Irawan melarang adanya kampanye dan postingan berbau politik di Medsos.

“Berkampanye di medsos pada masa tenang itu melanggar PKPU Pasal 53 ayat (4) PKPU No 23/2018. Yang berbunyi tentang larangan berkampanye di media sosial,” pungkas Andi. (joe/red)