Ponpes Hikmah Syahadah Sembuhkan Ribuan Pecandu Narkoba

Ponpes Hikmah Syahadah Sembuhkan Ribuan Pecandu Narkoba, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ponpes Hikmah Syahadah Sembuhkan Ribuan Pecandu Narkoba, Berita911

Ponpes Hikmah Syahadah Sembuhkan Ribuan Pecandu Narkoba, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ponpes Hikmah Syahadah Sembuhkan Ribuan Pecandu Narkoba, 911, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ponpes Hikmah Syahadah Sembuhkan Ribuan Pecandu Narkoba

Ponpes Hikmah Syahadah, yang berlokasi di Kampung Kedondong, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Ponpes Hikmah Syahadah, yang berlokasi di Kampung Kedondong, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Pondok Pesantren (Ponpes) Hikmah Syahadah merupakan salah satu lembaga yang digandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk merehabilitasi para budak narkoba. Ponpes yang dipimpin oleh Drs KH Romdin itu, sudah  menyembuhkan ribuan para budak narkoba dari berbagai wilayah di Nusantara.

Ponpes Hikmah Syahadah, didirikan oleh Drs KH Romdin, pada Tahun 1999 lalu. Nama Ponpes Hikmah Syahadah yang berlokasi di Kampung Kedondong, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

“Sejak di dirikan pada Tahun1999, Ponpes ini langsung membina santri, yang umumnya para pecandu narkoba. Saat ini, ada 53 santri yang menjalani rehabilitasi,” kata pengasuh Ponpes, Drs KH Romdin, Kamis (24/10/2013) malam.

Metode rehabilitasi di Ponpes Hikmah Syahadah, dengan cara melakukan pendekatan religi. Aktivitas para santri sehari-harinya di awali dengan Sholat Shubuh, olah raga dan dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

“Selain mendekatkan para pecandu dengan agama, mereka juga mendapatkan terapi  dengan air doa, dzikir Syfa dan terapi telunjuk petit,” terang Drs KH Romdin.

Romdin menambahkan, para santri yang datang umumnya, para pecandu narkoba yang kerap mengalami sakau (kecanduan), yang berlebihan. Untuk merawat santri, perlu kesabaran yang luar biasa. Butuh adanya penanganan khusus bagi pecandu narkotika. Salah satu yang dilakukannya dengan penanaman aqidah bagi yang mengalami gangguan jiwa. Mereka juga akan diajak berdzikir melalui terapi dzikir Syfa usai shalat dan yang tak kalah penting adalah melakukan pendekatan secara personal.

“Banyak suka duka dalam menangani para pecandu. Ada sebagian santri yang tidak diurus keluarganya dan menjadi tanggungan yayasan. Namun untuk keluarga yang benar-benar peduli justru akan menjalin hubungan silaturahmi yang kuat. Ada beberapa mantan pecandu yang berhasil sembuh kemudian sukses menjadi pengusaha dan wiraswasta,” tambahnya.

Salah satu pecandu yang telah sembuh dan kemudian menjadi konselor di Ponpes Hikmah Syahadah, Gatot (25). Gatot mengaku dirinya kecanduan barang haram tersebut,  karena diajak teman-temannya. Dari sanalah warga Solo ini kecanduan dan tidak bisa lepas dari jeratan narkotika. Hingga akhirnya dia dibawa ke Ponpes Kalimah Syahadah dan menjalani rehabilitasi.

“Pesan saya jangan pernah mencoba memakai narkoba, karena kalau sudah mencoba pasti akan ketagihan,” tuturnya.

Diakuinya, tidak mudah dalam mengembalikan kejiwaan mantan para pecandu. Kata Gatot, sulit bagi mereka agar bisa diterima keluarga dan masyarakat. “Butuh orientasi lingkungan agar mereka bisa berbaur dengan masyarakat umum,” paparnya. (cun)