Keponakan Hatta Rajasa Jadi Dewan Tangsel Termuda

Keponakan Hatta Rajasa Jadi Dewan Tangsel Termuda, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Keponakan Hatta Rajasa Jadi Dewan Tangsel Termuda, Berita880

Keponakan Hatta Rajasa Jadi Dewan Tangsel Termuda, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Keponakan Hatta Rajasa Jadi Dewan Tangsel Termuda, 880, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Keponakan Hatta Rajasa Jadi Dewan Tangsel Termuda

Safiera Dhiya Tsyaniya (berdasi) menjadi anggota DPRD dengan usia termuda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Safiera Dhiya Tsyaniya (berdasi) menjadi anggota DPRD dengan usia termuda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

TANGSEL TRUSTKOTA – Keponakan Calon Wakil Presiden Hatta Radjasa, yakni Safiera Dhiya Tsyaniya menjadi anggota DPRD dengan usia termuda di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Safiera yang dilantik secara sah menyandang sebagai wakil rakyat pada Kamis (7/8) itu masih berusia, 22 tahun. Usai dilantik, tampak keluarga Hatta Radjasa ikut menghadiri prosesi tersebut.

“Iya benar dia sepupu saya, yang pasti saya bangga ya sama Safiera , dia jadi yang termuda. Dan, saya memberikan selamat kepada dia. Harapannya agar dia bisa mengaspirasikan suara masyarakat,” ujar putera Hatta Radjasa, Rasyid Radjasa saat ditanya komentaranya sesuai melihat Safiera dilantik digedung DPRD Kota Tangsel, Kecamatan Setu, Tangsel.

Saat ditanya apakah ada pesan atau strategi khusus yang diberikan sang ayah keapda Safeiera. Menurut dia ada. Namun, petuah tersebut bukan petugas untuk mememangkan suara rakyat.

“Kalau dari Pak Hatta kaya ngasih petuah layaknya orang tua. Saya tidak tahu ada tidak pengarahan politik. Karena saya tidak aktif dipartai. Saya hanya tahu ada nasihat-nasihat, wejangan dari om kepada keponakan,” terang Rasyid.

Sementara Safiera yang merupakan anak dari Bupati Ogan Komering Hilir, Palembang Sumatera Selatan, Iskandar mengatakan, dirinya terpilih setelah melakukan blusukan ke daerah pelilihannya di Pondok Aren.

Jauh sebelum mencalonkan diri, dirinya kerap mendapat cerita dari masyarakat bahwa banyak anak-anak di Tangsel yang tidak bersekolah karena keterbatasan biaya.

“Sampai ada yang terpaksa sambil bekerja. Saya pikir ini kan Kota Tangsel kota besar. Saya akhirnya mencoba memperjuangkan dengan mencalonkan diri. Unsur keluarga juga mensupport saya,” katanya.

Safiera mengaku keluarga sangat mengenal betul dirinya memiliki kemampuan dibidang politik. Karenanya, ayahnya begitu mendengar keinginan dirinya untuk maju sangat mendukungnya. “Keluarga tahu ini fashion saya. Saya akan blusukan, dorongan dari ayah besar, tetapi 78 persen ini keinginan saya, ” terangnya.

Dirinya berjanji akan berjuang pada sector pendidikan di Tangsel, dimana seluruh anak-anak di Tangsel harus bersekolah. Selain itu dirinya mentargerkan tak ada pungutan apapun di sekolah. “Karena masih ada praktek bayar membayar untuk kegiatan pendidikan, kok bisa sedangkan ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” tuntasnya.