Polsek Teluknaga Ringkus TNI Gadungan

Polsek Teluknaga Ringkus TNI Gadungan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Teluknaga Ringkus TNI Gadungan, Berita766

Polsek Teluknaga Ringkus TNI Gadungan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Teluknaga Ringkus TNI Gadungan, 766, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Teluknaga Ringkus TNI Gadungan

Ilustrasi
Ilustrasi

TELUKNAGA TRUSTKOTA-Seorang oknum TNI gadungan diringkus tim Reserse Kriminal (Reskrim), Polsek Teluk Naga Kabupaten Tangerang, karena diduga telah melakukan aksi penipuan.

Pelaku diketahui berinisial HS (48), pria asal Lampung yang tinggal di Jalan Gurame No 53 RT 05/07, Kelurahan Karyuringin, Kota Bekasi Timur.

Sedangkan korban penipuannya diketahui bernama Indah (47), warga Kebon Kecap RT 01/02, Kampung Besar, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Kapolsek Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Endang S, mengungkapkan, pelaku yang saat itu menggunakan pakaian seragam dinas TNI AD berpangkat mayor, memberitahukan kepada korban, bahwa sertifikat tanahnya telah diblokir pihak BPN.

Kemudian, dirinya mengklaim bisa membantu membuka blokir tersebut dengan biaya sebesar Rp 5 juta serta fasilitas pinjaman mobil untuk transportasi dalam kepengurusannya.

“Karena percaya pelaku adalah anggota TNI, maka korban langsung memberikan uang tersebut dan mobil Etios,” ungkapnya, Sabtu (23/8/2014).

Namun, lanjut Kapolsek, karena tak kunjung selesai, korban yang curiga dan merasa tertipu itu, langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Selanjutnya, polisi yang dibantu oleh pihak Koramil Teluk Naga, berhasil meringkus pelaku.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pelaku bukan anggota TNI alias gadungan,” tukasnya.

Selain itu, petugas juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti seperti, 1 stel PDL loreng TNI AD, 1 buah topi PDH berpangkat mayor, 1 stel kaos loreng, 1 kaos PDL loreng, 1 buah jaket berwarna hijau bertuliskan pas pampres a/n Hasanudin, 1 buah tanda pengenal BSDMI P2ED RI, 1 pucuk senjata air soft gun, uang tunai sebesar Rp 3,8 juta, 1 buah dinamo amper, 1 unit mobil Toyota Etios hitam tahun 2013 dengan Nomor Polisi (Nopol) A 1 RA.

“Pelaku dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman kurungan penjara 4 tahun serta pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat, dengan ancaman kurungan penjara 20 tahun,” pungkasnya. (age/dik)