Polsek Mauk Amankan 16 Imigran Asal Myanmar

Polsek Mauk Amankan 16 Imigran Asal Myanmar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Mauk Amankan 16 Imigran Asal Myanmar, Berita194

Polsek Mauk Amankan 16 Imigran Asal Myanmar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Mauk Amankan 16 Imigran Asal Myanmar, 194, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Mauk Amankan 16 Imigran Asal Myanmar

Imigran yang diamankan petugas
Imigran yang diamankan petugas

TRUSTKOTACOM – Jajaran Polsek Mauk, Kabupaten Tangerang, mengamankan 16 imigran gelap asal Myanmar di pantai Karang Serang, Senin (15/4). Para imigran gelap ini, tidak memiliki dokumen lengkap. Rencananya mereka akan pergi ke Australia untuk mencari perlindungan.

Ke-16 warga negara Myanmar tersebut diantaranya Hemdi Ruben, 25, Emdis Saiful, 28, Khalid Husain, 27, Faruk ,27, Endi Baca, 27, Emdi Mausma Can, 25, M Hanan, 28, Emdi Saidul, 29, Emdi Milton, 32, Alfad, 28, Muhidin, 29, MD Babul, 28, MD Anis Rohman, 32, MD Bobes, 26, M Zulfikar, 25, dan Kamal, 30.

Kapolsek Mauk AKP Suhendar mengatakan, belasan imigran gelap ini bersembunyi di dalam bagan yang biasa digunakan para nelayan untuk memancing di Pantai Karang Serang, Kecamatan Sukadiri.

“Penangkapan ini berawal dari laporan para nelayan yang mengatakan kalau di salah satu bagan yang berada di tengah laut ditempati warga negara asing. Kami langsung melakukan pengamanan dan pendataan dan akan segera kami serahkan ke Kantor Imigrasi,” ujarnya.

Salah satu imigran gelap, Khalid Husain, 27, mengatakan, bahwa dirinya pergi dari Myanmar dengan kapal laut untuk menuju Australia. Dalam perjalanannya, mereka melewati jalur wilayah Malaysia dan transit di Indonesia.

“Di negara kami sedang konflik, banyak orang yang dibunuh karena sedang berlangsung perang politik” tambah Khalid Husain.

Khalid Husain juga mengaku jika dirinya sudah membayar sebesar 1000 ringgit Malaysia atau senilai Rp 3 juta kepada agen agar bisa pergi ke tempat tujuan.“Agen itu bernama Boldman, saya bayar karena dijanjikan bisa sampai ke tujuan,” jelasnya. (ges)