Polsek Cisauk Bekuk Tiga Anggota Sindikat pengoplos Mobil Curian Antar Pulau

Polsek Cisauk Bekuk Tiga Anggota Sindikat pengoplos Mobil Curian Antar Pulau, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Cisauk Bekuk Tiga Anggota Sindikat pengoplos Mobil Curian Antar Pulau, Berita297

Polsek Cisauk Bekuk Tiga Anggota Sindikat pengoplos Mobil Curian Antar Pulau, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Cisauk Bekuk Tiga Anggota Sindikat pengoplos Mobil Curian Antar Pulau, 297, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Cisauk Bekuk Tiga Anggota Sindikat pengoplos Mobil Curian Antar Pulau

IMG-20170808-WA0062

TRUSTKOTA TANGERANG - Aparat Polsek Cisauk, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil membongkar jaringan sindikat penjualan mobil curian. Tiga tersangka berhasil dibekuk dalam pengungkapan tersebut.

 
Pelaku masing-masing berinisial IR alias MM (49), BY (32) dan KL alias AK (40). Dari tangan tiga anggota sindikat penadah mobil curian lintas pulau ini, polisi menyita barang bukti berupa tiga unit mobil, sebuah blok mesin dan sebuah potongan plat nomor rangka kendaraan.

 
Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Roni Setiawan mengatakan, para tersangka ditangkap saat sedang membongkar mobil hasil curian disebuah bengkel di Kampung Kademangan RT 005/002, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

 
“Tersangka tertangkap tangan saat sedang mengganti nomor rangka serta kelengkapan dokumen mobil curian dengan kendaraan lain yang sejenis,” kata Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Roni, Selasa (8/8/2017).

 
Kepada petugas tersangka mengaku mendapatkan kendaraan tanpa dilengkapi STNK dan BPKB itu dari seseorang berinisial N yang kini masih dalam pengejaran polisi.

 
“Modus operandinya, pelaku mengambil STNK dan BPKB dari kendaraan yang tidak layak jalan dari hasil lelang Kemudian di ‘Oplos’ dengan mobil curian,” tutur Kanit Reskrim.
Roni menjelaskan, ketiga orang yang ditangkap itu mempunyai peran yang berbeda-beda dalam menjalankan usaha ilegalnya.

 

BY berperan sebagai orang yang  mengambil mobil dari  pelaku pencuri kendaraan roda empat yang kini masih buron. Sedangkan KL merupakan mekanik yang berperan mengganti nomor rangka serta kelengkapan surat-surat mobil hasil curian dengan dokumen kendaraan lain. Dan IR merupakan pemilik bengkel tempat membongkar mobil-mobil tersebut sekaligus orang yang berperan menjual mobil tersebut.

 

“Mobil-mobil tersebut dijual ke daerah Sumatera dengan harga bervariasi mulai Rp 120juta hingga Rp 170 juta,” papar Roni.
Guna penyidikan lebih lanjut, kini para tersangka beserta barang bukti hasil kejahatanya diamankan di Polsek Cisauk. Tersangka dijerat Pasal 480 KUHP. “Kasus ini masih kami kembangkan,” pungkas Roni.(cun/gie)