Polsek Cipondoh Bongkar Bisnis Motor Tarikan Debt Collector

Polsek Cipondoh Bongkar Bisnis Motor Tarikan Debt Collector, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polsek Cipondoh Bongkar Bisnis Motor Tarikan Debt Collector, Berita134

Kapolres Metro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima dan Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom menambahkan, memperlihatkan barangbukti.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima dan Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom menambahkan, memperlihatkan barangbukti.

TRUST TANGERANG-Tiga tersangka diringkus petugas Polsek Cipondoh, dalam kasus bisnis ilegal sepeda motor ‘bodong’ atau tanpa dilengkapi surat resmi, di Tol Jakarta-Merak. Ketiga tersangka yakni KW, AS, dan EW.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan, sebanyak 3 orang berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditangkap di Tangerang dan Karawang.

“Motor-motor tarikan debt collector itu, diangkut para tersangka menggunakan truk untuk dikirim ke OKU, Sumatera Selatan. Perannya sebagai penadah sekaligus penjual,” katanya di Mapolsek Cipondoh, Senin (18/1/2021).

Selain itu, polisi juga mengamankan 11 sepeda motor dan sebuah truk sebagai barang bukti. Motor tersebut merupakan hasil penarikan secara ilegal para debt collector dan leasing.

“Belasan motor yang kami amankan ini adalah sebagian kecil dari ratusan motor yang sebelumnya telah mereka kirim ke OKU, Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan, sindikat ini sudah 3 tahun menjalankan aksinya,” ungkap De Fatima.

Transaksi di Rest Area Tol

Terbongkarnya bisnis ilegal sepeda motor bodong ini, lanjut De Fatima, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada transaksi jual beli sepeda motor yang diangkut dalam truk di Tol Jakarta-Merak. Informasi berharga itu diselidiki tim buser di pimpin Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom.

“Sindikat ini biasa melakukan transaksi jual beli motor bodong di Rest Area KM 14 Tol Jakarta-Merak, Kunciran Jaya, Pinang, Kota Tangerang,” ungkapnya.

Dalam penyergapannya, polisi menemukan 5 unit sepeda motor di dalam truk. Untuk mengelabui polisi, motor-motor bodong itu ditimbun di bawah tumpukan drum kosong.

“Berkat kejelian petugas melakukan pengecekan. Motor tarikan debt collector dan leasing itu berhasil ditemukan. Setelah diperiksa 2 unit sepeda motor tidak punya surat-surat resmi. Sopir truk langsung kami amankan,” jelasnya.

Marak di Wilayah Karawang

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sopir tersebut, ternyata kejahatan ini juga marak dilakukan di wilayah Karawang.

Tak merasa puas, kata De Fatima, tim buser kemudian bergerak menuju Karawang. Di sana, petugas kembali mengamankan tersangka penadah, sekaligus penjual.

“Di Karawang ditemukan pelaku dan penadahnya. Jadi rencananya, kendaraan ini akan dikirim ke OKU, Sumatera Selatan. Hingga saat ini, kami masih melakukan pengembangan terhadap sindikat tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom menambahkan, para pelaku membeli motor yang digelapkan oleh para debt collector dan pihak leasing. Rata-rata, harga motor Rp2-4 juta tergantung kondisinya.

Dari para debt collector dan leasing inilah, para pelaku mendapatkan pasukan motor untuk dijual ke luar daerah. Tetapi tidak menutup kemungkinan, mereka juga menampung motor hasil curian untuk dijual ke sejumlah daerah.

“Mereka sudah beraksi berkali-kali, sejak 3 tahun lalu. Modusnya, jadi motor diangkut ke dalam truk dan ditutup dengan tong dan drum kosong. Kemudian, truk dibawa ke luar daerah dan diantar ke lokasi transaksi,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 372 KUHP Jo Pasal 481 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. (red/tmn)