Polres Tangsel Amankan Belasan mobil Mewah Jaminan Fidusia

Polres Tangsel Amankan Belasan mobil Mewah Jaminan Fidusia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Tangsel Amankan Belasan mobil Mewah Jaminan Fidusia, Berita803

Polres Tangsel Amankan Belasan mobil Mewah Jaminan Fidusia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Tangsel Amankan Belasan mobil Mewah Jaminan Fidusia, 803, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Tangsel Amankan Belasan mobil Mewah Jaminan Fidusia

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTA TANGERANG – Tim Viper Polres Tangerang Selatan mengamankan belasan mobil mewah yang masih terikat Jaminan Pidusia dari tangan debitur, Jumat (1/12/2017).

Tak kurang sebanyak 13 unit mobil mewah dengan berbagai jenis dan merek ini, diamankan setelah debitur menjual dan menggadaikan kendaraannya yang belum lunas lantaran tidak mampu membayar cicilan.

“Para pemilik kendaraan ini dengan sengaja menjual atau menggadaikan kendaraan miliknya dengan berbagai macam modus operandinya,” ungkap Kasat Reskrim polres Tangerang Selatan, AKP Alexsander Yurikho saat press conference di Mapolres Tangsel.

Padahal, lanjut AKP Alex, Para debitur kendaraan bermotor ini terikat pada pasal 35 dan pasal 36 undang-undang 42 tahun 99 tentang jaminan fidusia. Dimana Mobil yang masih lising atau kredit dilarang untuk digadaikan, dialih namakan bahkan diperjual belikan.

“Jadi bukti kepemilikan atau BPKB mobil-mobil ini masih ada di lising atau penerima fidusia, sehingga kendaraan ini bagi para konsumen belum berarti miliknya secara penuh,” jelas pria bertubuh tinggi ini.

Dalam kasus ini, Alexander mengaku pihaknya hanya melakukan pengawalan dan pengamanan saat proses penyitaan dari tangan debitur yang menunggak maupun pihak lain.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati dan teliti, sebelum membeli atau menerima gadai kendaraan yang masih dalam jaminan fidusia. Karena orang yang menerima gadai, menerima jual beli bisa dipidana, bahkan hukumannya lebih berat dari undang-undang itu sendiri,” tegas Alexander.

Disisi lain, Kasat Reskrim juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan segera dilaporkan ke pihak berwajib bila ada pihak lain yang melakukan penyitaan tanpa adanya pengawalan dari kepolisian maupun kejaksaan.(Gor)