Polres Metro Belum Respon Penangguhan Penahanan AMK

Polres Metro Belum Respon Penangguhan Penahanan AMK, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Metro Belum Respon Penangguhan Penahanan AMK, Berita368

Polres Metro Belum Respon Penangguhan Penahanan AMK, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Metro Belum Respon Penangguhan Penahanan AMK, 368, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Metro Belum Respon Penangguhan Penahanan AMK

Achmad Majru Kodri (AMK).
Achmad Majru Kodri (AMK).

TRUSTKOTACOM – Rahmat SH, selaku Kuasa hukum Direktur Utama (Dirut) PDAM TB Kota Tangerang, Ahmad Marju Kodri (AMK) mengaku, telah mengajukan penangguhan penahanan kliennya sejak, Jum’at (15/11/2013) kemarin. Namun hingga kini belum direspon pihak kepolisian.

“Permohonan penangguhan penahanan sudah kami ajukan sejak Jumat (15/11/2013) kemarin ke Kapolres melalui ajudan. Tapi sampai sekarang belum direspon,” kata Rahmat SH, kepada wartawan, Sabtu (16/11/2013).

Meski demikian, pihaknya menyatakan kliennya (AMK), dalam kondisi baik dan sehat.

“Keadaan pak Ahmad Mardju Kodri dalam kondisi baik dan dalam keadaan sehat. Terutama minta doanya kepada teman-teman media, agar kasus ini cepat selesai,” tukasnya.

Seperti diketahui, Direktur Utama (Dirut) PDAM TB, Ahmad Marju Kodri (AMK) yang juga merupakan salah satu kandidat dalam Pemilukada Kota Tangerang itu, sejak Jumat (15/11/2013), resmi ditahan penyidik Polres Metropolitan Tangerang.

Penahanan AMK terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dengan menyeponsori Liga PSSI Kota Tangerang tahun 2012 menggunakan dana PDAM TB sebesar Rp. 500 juta.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Sutarmo menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, hasil keterangan saksi-saksi terkait, hasil barang bukti yang kita temukan, hasil keterangan tersangka, hasil keterang ahli BPKP dan hasil keterangan ahli hukum pidana korupsi dinyatakan  Dirut PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, dengan inisial AMK telah memenuhi unsurnya.

“Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 500 juta, sebagaimana dimaksud pasal 3 dan 8 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ungkap Sutarmo. (ges)