Polres Lebak Amankan Penadah Dan Perantara Curanmor

Polres Lebak Amankan Penadah Dan Perantara Curanmor, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Lebak Amankan Penadah Dan Perantara Curanmor, Berita776

Polres Lebak Amankan Penadah Dan Perantara Curanmor, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Lebak Amankan Penadah Dan Perantara Curanmor, 776, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polres Lebak Amankan Penadah Dan Perantara Curanmor

Barang bukti motor curian
Barang bukti motor curian

TRUSTKOTACOM – Dua orang pelaku penadah dan perantara sepeda motor curian, yakni Amir (33) Warga Kecamatan Leuwidamar, dan Umin (21) warga Kecamatan Wanasalam, Rabu (06/02/2013) sore , berhasil diciduk satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Lebak di rumahnya masing-masing. Sebagai barang bukti, petugas juga berhasil mengamankan sebanyak 14 unit sepeda motor yang tak dilengkapi surat-surat kendaraan bermotor, dengan berbagai merk sepreti Yahama Mio, Honda Beat, Yamah MX, Yamaha
Vixon.

Wakapolres Lebak Kompol Yamin, didampingi Kasatreskrim AKP Wiwin Setiawan, mengatakan, penangkapan kedua tersangka penadah dan perantara motor bodong tersebut hasil pengembangan petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakt yang kehilangan kendaraan bermotor.

“Setelah dilakukan penyelidikan serta dibantu dengan Polsek Malingping dan Polsek Leuwidamar, barang bukti dan pelaku yang menjadi penyalur dan pendaah berhasil diamankan,” ungkap Yamin, kepada Trustkota.com, di Mapolres Lebak, Kamis (07/02/2013).

Lanjut Yamin, pelaku pencurian saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO) dan terus dilakukan pengmbangan lebih lanjut.
“Kami berharap kepada masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku pencurian yang saat ini masuk DPO,” tegas Yamin.

Amir salah seroang pelaku, mengaku membeli sepeda motor bodong tersebut dari seseorang berinisial JO yang diketahui merupakan
warga Kecamatan Muncang.Begitu juga Umin,dia membeli motor yang dijual JO dengan harga kisaran dua hingga dua juta lima ratus ribu rupiah, yamg kemudian dijual kembali dengan harga Rp3 juta. “Hasil keuntungan dari penjualan motor tersebut saya pake untuk berpoya-poya,” kata Umin.

Atas perbuatannya tersebut kedua tersangka penadah dan perantara pencurian sepeda motor bodong tersebut diancam dengan pasal
481, ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Yar)