Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Kelalaian Pengembang

Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Kelalaian Pengembang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Kelalaian Pengembang, Berita306

Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Kelalaian Pengembang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Kelalaian Pengembang, 306, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polisi Selidiki Ada Tidaknya Unsur Kelalaian Pengembang

AKBP Hermawan
AKBP Hermawan

TRUSTKOTACOM – Polres Jakarta Selatan kini menyelidiki penyebab tewasnya tiga pekerja di proyek tersebut karena tertimpah Tower Creen pada Minggu (13/01/2013), lalu. Selasa (15/01/2013) polisi melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi proyek pembangunan Apartemen Green Lake View yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika Kecamatan Ciputat Kota Tangsel.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan mengatakan, terkait kecelakaan patahnya tower crane milik pengembang pihaknya masih melakukan penyelidikan. ” Benar kasus ini kita selidki ada tidaknya unsur kelalaian atau murni kecelakaan kerja,” kata Hermawan.

Menurut Hermawan, hal tersebut dapat diketahui setelah ada hasil dari tim Puslabfor Mabes Polri dan olah TKP yang telah pihaknya lakukan di lokasi proyek apartemen tersebut. “Kita lihat saja nanti hasilnya,” tambah Hermawan singkat.

Sementara itu, pihak pengembang nampaknya panik atas kejadian tewasnya pekerja di lokasi proyek itu. Itu terbukti dengan adanya larangan dari pihak pengembang terhadap wartawan yang ingin melakukan peliputan saat polisi melakukan olah TKP.

” Maaf mas tidak boleh masuk. Saya sudah diperintahkan oleh bos, mas tahu lah posisi saya,” ujar pria yang bertugas sebagai petugas keamanan proyek tanpa mau menyebutkan namanya.

Sementara Manager PT Sartika Cipta Sejati (Cempaka Group), Toni Sitoang, menolak memberikan komentar saat dikonfirmasi dengan alasan sedang mengikuti rapat. “Saya sedang rapat pak. Jangan-jangan telepon saya lagi ya pak,” ujar Toni saat dihubungi.

Tiga pekerja yang tewas yakni di proyek itu yakni Jalil (45), Leman (50) dan Yoto (30), tewas di lokasi kejadian karena tertimpah Tower Creen. Selain tiga korban itu, Wanto (25), operator tower creen, juga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius. (sup)