Polda Banten Jebloskan Dua Pegawai Samsat Rangkasbitung ke Penjara

Polda Banten Jebloskan Dua Pegawai Samsat Rangkasbitung ke Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polda Banten Jebloskan Dua Pegawai Samsat Rangkasbitung ke Penjara, Berita149

Polda Banten Jebloskan Dua Pegawai Samsat Rangkasbitung ke Penjara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polda Banten Jebloskan Dua Pegawai Samsat Rangkasbitung ke Penjara, 149, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Polda Banten Jebloskan Dua Pegawai Samsat Rangkasbitung ke Penjara

koruptor-negara

TRUSTKOTACOM – Polda Banten, menjebloskan dua tersangka dugaan korupsi penerimaan setoran pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Baru (BBNKB) R2 di UPT Samsat Rangkasbitung senilai Rp1,7 Miliar. Keuda tersangka adalah Deri Felix Safaat dan Kiki Sukarsa. Keduanya dijebloskan penyidik  Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Banten pada Jumat (24/5) lalu.

Informasi yang diperoleh, penahanan kedua tersangka dilakukan penyidik pada sore hari setelah dilakukan pemeriksaan sejak pagi. Pemeriksaan kedua tersangka dilakukan penyidik berdasarkan petunjuk jaksa untuk melengkapi berkas keduanya. Dalam pemeriksaan itu, kedua tersangka didampingi kuasa hukumnya masing-masing.

Danial, kuasa hukum tersangka Deri sat ditemui membenarkan kliennya diperiksa. Meski begitu, Danial belum bisa berkomentar banyak karena masih menemani kliennya dalam pemeriksaan itu. “Masih diperiksa di dalam (ruangan), saya kuasa hukum selaku tersangka pegawai negeri. Selain saya ada dari Jakarta juga,” kata Danial dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Untirta.

Sementara itu, pemeriksaan kedua tersangka dilakukan sejak pagi. Kemudian dilanjutkan usai salat Jumat. “Pemeriksaan ini untuk mengkonfrontir kedua tersangka dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi yang telah diperiksa sesuai petunjuk jaksa,” kata salah satu penyidik ditemui usai melakukan pemeriksaan.

Selain melakukan pemeriksaan, penyidik juga telah memblokir rekening kedua tersangka. Deri memiliki rekening di BCA dan BRI, sedangkan Kiki hanya di BTN. “Kita sudah menyita buku tabungan, dan kratu ATM-nya,” ujarnya.

Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Zuhardi membenarkan penahanan kedua tersangka. Kata Zuhardi, penahanan kedua tersangka dilakukan karena keduanya dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. “Iya, kita tahan keduanya Jumat sore kemarin,” kata Zuhardi melalui ponselnya.

Zuhardi menjelaskan bahwa penahanan kedua tersangka dilakukan untuk 20 hari pertama selama tahap pelimpahan berkas kedua tersangka ke kejaksaan. Jika kurang, lanjutnya, penahanan akan ditambah. “Untuk 20 hari pertama, selanjutnya kalau kurang nanti akan kita tambah,” jelasnya.

Kasus tersebut mulai diselidiki sejak Juli 2012. Hasil penyelidikan, ditemukan adanya ketidaksamaan antara data pendaftaran kendaraan baru dengan penerimaan uang ke kas daerah di DPPKD Provinsi Banten.

Hasilnya, ditemukan 1.085 kendaraan bermotor baru R2 yang BBNKB-nya tidak dimasukkan ke Kas Daerah periode September 2009-Desember 2011. Awalnya, penyidik juga telah menetapkan seorang operator berinisial DR, namun dibatalkan karena dianggap tidak ada bukti yang kuat. (tmn)