Pleno Suara Pileg 2014 di Tingkat PPS Rawan Kecurangan

Pleno Suara Pileg 2014 di Tingkat PPS Rawan Kecurangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pleno Suara Pileg 2014 di Tingkat PPS Rawan Kecurangan, Berita560

Pleno Suara Pileg 2014 di Tingkat PPS Rawan Kecurangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pleno Suara Pileg 2014 di Tingkat PPS Rawan Kecurangan, 560, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pleno Suara Pileg 2014 di Tingkat PPS Rawan Kecurangan

Dicky Awaludin, Calon Anggota DPRD Provinsi Banten, Dapil Kabupaten Lebak.
Dicky Awaludin, Calon Anggota DPRD Provinsi Banten, Dapil Kabupaten Lebak.

TRUSTKOTACOM-Pleno atau penetapan perhitungan suara Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014, ditingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), rawan kecurangan. Pasalnya, PPS akan melakukan pleno dua hari setelah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), memberikan hasil perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Saya juga khawatir waktu dua hari itu, akan menjadi kesempatan pihak yang tidak bertangungjawab untuk melakukan kecurangan suara,’’ kata Dicky Awaludin, Calon Anggota DPRD Provinsi Banten, dari Daerah Pemilihan Kabupaten Lebak.

Menurut Caleg nomor urut dua dari Partai PPP ini, seharusnya jarak pleno PPS dengan penyerahan hasil suara dari KPPS tidak selama itu. Apalagi, lanjut Dicky, kejanggalan dalam Pileg sudah menjadi rahasia umum.

“Saya kira, penyelengara pemilu seperti PPS dan PPK harus bekerja secara professional dan independen. Panwas juga harus optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemilu. Jika penyelengara dan pengawas  tidak independen, maka hancurlah kembali makna demokrasi yang sesungguhnya,’’ tegas Dicky.

Dicky menambahkan, kecurangan dalam pesta demokrasi harus dimusnahkan. Untuk mengawal demokrasi yang jujur dan adil, semua elemen harus peduli  dan berani menegakan kebenaran yang sesungguhnya. Ia juga menyatakan kesiapan dirinya bersama tim untuk benar-benar mengawasi kecurangan-kecurangan yang bisa saja terjadi dalam penyelengaraan pileg tahun ini.

“Kecurangan dalam pesta demokrasi jelas akan memberikan dampak yang tidak baik bagi lembaga legislatif. Saya berharap wakil rakyat yang terpilih benar-benar wakil rakyat yang dipilih rakyat dan bukan hasil kecurangan permainan suara,’’ ungkap Dicky. (kew)