Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Kisruh

Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Kisruh, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Kisruh, Berita668

Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Kisruh, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Kisruh, 668, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Kisruh

Massa pendukung pasangan Arief-Sachrudin, saat bentrok dengan aparat kepolisian, di Kantor KPU Kota Tangerang.
Massa pendukung pasangan Arief-Sachrudin, saat bentrok dengan aparat kepolisian, di Kantor KPU Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang, mempercepat, rapat pleno terbuka penetapan nomor urut pasangan calon walikota / wakil walikota Tangerang periode 2013-2018. Pasalnya dalam acara tersebut, massa pendukung Arief-Sachrudin, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, saat memaksa masuk kedalam gedung KPU.

Kedatangan ratusan massa ini, awalnya dihadang massa pendukung Abdul Syukur-Hilmi Fuad yang telah berada lebih dahulu di Jalan Nyi Mas Melati, tepat, di depan Kantor Kecamatan Tangerang. Tidak berhasil menembus massa Syukur, mereka berputar ke Jalan Mayjen Sutoyo depan Kantor PMI Kota Tangerang, untuk masuk lewat pintu belakang kantor KPU.

Namun aksi itu terlebih dahulu dihadang aparat kepolisian (Brimob) yang berjaga-jaga dengan menggunakan tameng di pintu gerbang belakang. Massa berusaha mendorong barikade Brimob dengan mobil yang membawa soundsistem. Bahkan, Mereka juga melempari kantor KPU dengan batu hingga kaca jendela gedung pecah.

“Proses penentuan nomor urut ini terbuka untuk umum. Kita negara berdemokrasi, masyarakat Kota Tangerang punya hak untuk melihat proses ini,” teriak salah seorang pendemo.

Tidak hanya itu, massa menuntut pencabutan keputusan penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang yang dijanjikan oleh Ketua KPU Syafril Elain tadi malam. “Kami menuntut janji Ketua KPU. Cabut keputusan pleno tanggal 24 Juli,” katanya.

Para calon walikota / wakil walikota pun segera meninggalkan gedung KPU Kota Tangerang dengan dikawal ketat oleh petugas kepolisian, hingga keluar gedung KPU. (ges)