Pilkades Ricuh, Tim Pilkades Kabupaten Dituding Tidak Transparan

Pilkades Ricuh, Tim Pilkades Kabupaten Dituding Tidak Transparan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pilkades Ricuh, Tim Pilkades Kabupaten Dituding Tidak Transparan, Berita531

Pilkades Ricuh, Tim Pilkades Kabupaten Dituding Tidak Transparan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pilkades Ricuh, Tim Pilkades Kabupaten Dituding Tidak Transparan, 531, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pilkades Ricuh, Tim Pilkades Kabupaten Dituding Tidak Transparan

Falah pramudya
Falah pramudya

LEBAK,TRUSTKOTA- Pemerhati Kebijakan publik Falah Pramudya menilai terkait penetapan calon kepala desa di desa Bojong cae yang terpaksa ditunda akibat adanya penolakan dari salah satu calon yang tidak lolos seleksi fit and proper test oleh tim pilkades kabupaten, diduga karena tidak  adanya transparansi dari  tim pilkades kabupaten yang tidak menyertakan alasan ketidak lulusan.

“Penilaian saya, hal itu disebabkan olem tim seleksi kabupaten yang tidak transparan, jika tim seleksi pilkades kabupaten transparan menyebutkan alasan terhadap calon kenapa tidak lulus dan menyertakan nilai secara terperinci, mungkin tidak akan menimbulkan gejolak seperti ini yang berakhir dengan penundaan penetapan calon,”kata Falah, Di Rangkasbitung, Kamis (06/08/2015).

Falah menilai, dalam test fit and proper test itu ada 2 tahapan, tertulis dan interview , seharusnya tim pilkades kabupaten mencantumkan nilai secara terperinci.

“Seharusnya tim pilkades kabupaten mencantumkan nilai masing-masing, baik nilai interview maupun nilai test tertulis, faktanya ketika pengumuman hanya nilai secara umum atau keseluruhan, jelas menimbulkan polemik yang riskan kerusuhan,”katanya.

BACA JUGA >> RICUH, PENETAPAN CALON KADES BOJONG CAE DITUNDA

Sekedar diketahui Penetapan calon kepala desa di desa Bojong cae Kecamatan Cibadak terpaksa ditunda, pasalnya penetapan calon kades di desa tersebut berlangsung ricuh.

Kericuhan tersebut bermula saat panitia mengumumkan hasil seleksi fit and properties yang dilakukan tim Kabupaten Lebak, dalam hasilnya, Aliudin salah satu calon di desa tersebut tidak lolos. Hal itu memicu emosi warga setempat yang ikut hadir dan mendengarkan pengumuman hasil seleksi tersebut.

“Kami tidak terima dengan keputusan ini, kami menilai penetapan calon Kades dari Pemkab Lebak mencenderai rasa keadilan warga desa Bojong Cae.Pasalnya, warga menuding keputusan tersebut penuh unsur rekayasa dan penuh unsur politis dan tidak obyektif,”kata Sukanta Ketua Tim Sukses Aliudin, di Kantor desa Bojong Cae, Rabu (05/08/2015).

Di desa tersebut terdapat 6 calon, oleh karena itu perlu mengikuti seleksi fit and propertest di Kabupaten Lebak, adapun calonnya.

1.Hasan Basri , 2. Ato Suharto, 3. Aliudin, 4. Syafei, 5.Yusuf dan 6. Cecep. (Riz)