Petani Rambutan Di Lebak Merugi, Pemerintah Diminta Carikan Solusi

Petani Rambutan Di Lebak Merugi, Pemerintah Diminta Carikan Solusi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Petani Rambutan Di Lebak Merugi, Pemerintah Diminta Carikan Solusi, Berita247

Petani Rambutan Di Lebak Merugi, Pemerintah Diminta Carikan Solusi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Petani Rambutan Di Lebak Merugi, Pemerintah Diminta Carikan Solusi, 247, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Petani Rambutan Di Lebak Merugi, Pemerintah Diminta Carikan Solusi

Trustkota.com
Trustkota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Sejumlah petani rambutan tangkue  di Kecamatan Curugbitung mengeluh. Pasalnya panen kali ini umumnya mereka merugi. Karena panen yang melimpah sementara pembeli menurun.

‎Madrita (43) salah satu petani rambutan warga Desa Curugbitung Kecamatan Curugbitung mengatakan, panen rambutan kali ini pihaknya mengaku mengalami kerugian , pihaknya juga menduha melemahnya pemsaran rambutan tersebut dimungkinkan karena panen yang melimpah dan serentak .Padahal padaa musim panen sebelumnya, pembeli banyak yang datang ke kampung-kampung. ‎

” Biasanya tanaman rambutan saya mengahasilkan 8 juta namun untuk panen kali ini ingin mendapatkan satu juta saja sangat sulit sehingga kamipun merugi, bahkan banyak pula para petani lainnya memanen buah rambutan hanya teronggok di pinggir jalan sambil menunggu para pembeli yang datang dan menjadi dilema tersendiri bagi kami” ujar Madrita, Senin. (30/3/2015).

Karena itu dengan lesunya pemasaran rambutan tangkue ini, kata Madrita pihaknya berharap pemerintah kabupaten bisa mencarikan solusi yang terbaik‎

” Solusinya semisal diberikan program seperti buah rambutan yang melimpah agar dapat dijadikan buah olahan seperti dijadikan minuman kaleng atau keripik rambutan sebagai inovasi dari produksi rambutan, karena selama ini kami hanya menjual eceran kepasaran dan jika pembeli lesu maka buah rambutan pun menjadi mubazir karena tak terjual” katanya

‎Sementara, Wawan Suyatna Koordinator Penyuluh Petugas Lapangan  Pertanian  Kecamatan Curugbitung membenarkan saat ini produksi rambutan di Kecamatan Curugbitung sedang melimpah dan mengalami peningkatan

“Malah sampai tiga mobil pick up tiap hari petani memanen rambutannya dan data yang kami catat ada   45.876 pohon rambutan dari 458,76 hektar pohon rambutan jenis tangkue milik petani namun saat ini para petani tersebut mengeluhkan pasaran yang lesu sehingga membuat petani  merugi sehingga sangat dibutuhkan inovasi pengolahan pasca panen rambutan yang melimpah karena selama ini mereka (Petani rambutan red-)hanya menjual hasilnya dengan cara eceran sehingga jika dipasaran melimpah otomatis harganya pun akan turun dan mengakibatkan petani merugi”kata Wawan

Untuk itu, kata Wawan, pihaknya  sangat mendukung apa yang diinginkan para petani mengahdapi panen rambutan yang melimpah untuk diberikan perhatian serius dari pemerintah

“diharapkan dapat dilakukan upaya penanganan serius dari pemerintah  pasca panen rambutan untuk menghindari kerugian  seperti bantuan pengolahan rambutan dengan cara pengawetan buah untuk mencegah pembusukan serta dapat pula dijadikan produksi-produksi lain seperti pembuatan keripik rambutan.” Katanya.‎

Sementara , KUPT Pertanian Kecamatan Curug bitung Saras mengatakan  pihaknya sudah telah menyampaikan secara lisan pada saat ada tim penilai dari lomba PKK Tingkat Provinsi beberapa waktu lalu tentang pelatihan pengolahan rambutan melalui industri rumah tangga kelompok wanita tani ,mengenai inovasi teknologi seperti pengolahan buah kaleng dan kripik rambutan.

”  Sayangnya hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” Katanya. (Riz)