Petani di Banten Terancam Puso

Petani di Banten Terancam Puso, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Petani di Banten Terancam Puso, Berita745

Petani di Banten Terancam Puso, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Petani di Banten Terancam Puso, 745, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Petani di Banten Terancam Puso

Lahan Pertanian Dilanda Kekeringan
Lahan Pertanian Dilanda Kekeringan

SERANG TRUSKOTA- Ribuan hektar lahan pertanian di Provinsi Banten dilanda kekeringan. Kondisi tersebut membuat sejumlah petani di Banten gagal panen (puso).

“Dari 128.699 hektar lahan pertanian di Banten, 8.311 hektar mengalami kekeringan,” ungkap Roni RW, Kepala Bidang Sarana Pengembangan Usaha dan Kelembagaan Tani Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten, Kamis (30/7/2015).

Menurut Roni RW, keringnya lahan pertanian akibat musim kemarau yang melanda Provinsi Banten. Sedangkan, data sementara lahan pertanian yang mengalami kekeringan terparah yakni Kabupaten Lebak yakni 2.923 hektar.

Sedangkan, kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Pandeglang seluas 2.689 hektar, Kabupaten Serang 2.201 hektar, Kota Serang 325 hektar, Kabupaten Tangerang 146 hektare, dan Kota Cilegon 27 hektar.

“Bahkan, di Kabupaten Pandeglang 10 hektar lahan pertanian mengalami puso atau gagal panen,” tandasnya.

Lanjut Dodi, secara taktis di lapangan, pihak Distanak memanfaatkan bantuan pompa air yang ditempatkan pada titik-titik kritis.”Ada daerah-daerah tertentu yang tidak bisa dilakukan penanganan secara cepat karena tidak ada sumber air,” katanya.

Sementara, Kepala Distanak Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati mengatakan dalam upaya mengatasi tersebut, pihaknya akan melakukan kajian guna memetakan daerah yang mengalami kekeringan dan terancam puso. Agar penanggulangan dilakukan lebih cepat.

“Kami akan identifikasi dan inventarisasi daerah yang terkena kekeringan dengan melakukan koordinasi antar instansi,” pungkasnya. (Den)