Peserta Magang Dinkop Pertanyakan Peralatan Perbengkelan

Peserta Magang Dinkop Pertanyakan Peralatan Perbengkelan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Peserta Magang Dinkop Pertanyakan Peralatan Perbengkelan, Berita129

Peserta Magang Dinkop Pertanyakan Peralatan Perbengkelan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Peserta Magang Dinkop Pertanyakan Peralatan Perbengkelan, 129, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Peserta Magang Dinkop Pertanyakan Peralatan Perbengkelan

Caption : Peserta Magang sedang  Praktek Memperbaiki Motor
Caption : Peserta Magang sedang Praktek Memperbaiki Motor

TRUSTKOTA  LEBAK - Peserta magang keterampilan perbengkelan Dinas Koperasi (Dinkop) Kabupaten Lebak pertanyakan peralatan perbengkelan. Pasalnya usai mendapatkan pelatihan perbengkelan, mereka hanya mendapat sertifikat saja. Sementara alat-alat perbengkelannya tidak mereka dapatkan.

” Katanya sih nanti diajukan dulu ke bupati ,” Ujar salah satu peserta magang Ompong,Selasa (8/7) sore

Selama magang, kata Ompong,  peserta magang disebar di beberapa perbengkalan yang ada di kota Rangkasbitung. Lanjutnya, pelatihan semacam yang telah dilakukanya itu, biasanya jika sudah selesai langsung diberikan peralatan perbengkelannya. Tapi didinas koperasi, sambung Ompong, tidak demikian.

” Kami hanya diberikan sertifkat saja. Sementara perlatan perbengkelannya baru dijanjikan, katanya nanti, tapi waktunya kapan kami juga tidak diberi tahu. Pihak dinas hanya meminta no telepon kami saja, katanya kalau sudah ada nanti di telepon,” kata Ompong.

Sementara itu,  Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi Kabupaten Lebak, Restu mengatakan, kegiatan magang yang telah diselenggarakannya dari tanggal 24 Juni sampai dengan 7 Juli 2014 lalu itu, sifatnya memberikan pendidikan keterampilan perbengkelan kepada warga masyarakat yang menganggura, sementara  jumlah pesertnya 15 orang.

” Memang untuk sementara mereka hanya menerima uang saku, sedang untuk perlatan perbengkelannya menyusul setelah ada keputusan bupati. Karena kami mengajukan dulu ke bupati,” kilah Restu. (Yat)