Penurunan Bendera Merah Putih di Jayanti Berbuntut ke Ranah Hukum

Penurunan Bendera Merah Putih di Jayanti Berbuntut ke Ranah Hukum, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penurunan Bendera Merah Putih di Jayanti Berbuntut ke Ranah Hukum, Berita504

Penurunan Bendera Merah Putih di Jayanti Berbuntut ke Ranah Hukum, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penurunan Bendera Merah Putih di Jayanti Berbuntut ke Ranah Hukum, 504, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penurunan Bendera Merah Putih di Jayanti Berbuntut ke Ranah Hukum

Akai penurunan bendera setengah tiang di Kecamatan Jayanti/Dok TRUSTKOTA.com
Akai penurunan bendera setengah tiang di Kecamatan Jayanti/Dok TRUSTKOTA.com

TRUSTKOTA TANGERANG- Penurunan bendera Merah Putih menjadi setengah tiang di Kecamatan Jayanti pada Juni yang lalu berbuntut panjang.

Bahkan, aksi yang disinyalir terjadi lantaran dimutasinya Camat Jayanti tersebut akan dibawa ke ranah hukum. Karena dinilai telah melecehkan simbol negara dengan menurunkan bendera Merah Putih.

“Proses hukum harus di lakukan, kami akan membuka LP tentang tindakan merendahkan martabat bendera merah putih, dan kami akan meminta kepada pihak kepolisian mengusut dan menindak tegas pelaku,” ujar Moh Amin, SH, MH, MM, Ketua Aliansi Prisai Bela Merah Putih kepada trustkota.com, Jumat (7/7/2017).

Menurut Amin, pengibaran bendera setengah tiang yang di lakukan oleh beberapa oknum di halaman Kantor pemerintah sangat tidak pantas. “Tidak sesuai dengan undang undang yang berlaku, tata cara penurunan bendera tidak sesuai aturan dan itu sangat melukai hati kami anak bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Tangerang ini menuturkan, seharusnya para pendemo bisa menjaga sang saka merah putih untuk tetap berkibar di bumi pertiwi ini.

“Dalam undang undang dibenarkan penurunan bendera setengah tiang apabila ada Presiden dan wakil Presiden meninggal, mantan Presiden dan mantan wakil Presiden meninggal, ketua MPR atau DPR meninggal. Sedangkan mutasi jabatan camat tidak ada dalam undang undangnya yang membenarkan agar dikibarkan bendera setengah tiang,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Cabang Kabupaten Tangerang Yayan Suseno juga mengutuk keras atas penurunan bendera negara Indonesia tersebut.

Perlu diketahui, aksi penurunan bendera Merah Putih di halaman Kantor Kecamatan Jayanti terjadi 19 Juni 2017 yang lalu. Aksi dipicu tepat saat Camat Jayanti Nawai dimutasi menjadi Camat Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Terpisah, koordinator aksi Alamsyah melalui telepon menjelaskan, bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk duka dan kesedihan masyarakat atas dipindahkannya Camat Jayanti dan tidak ada upaya melanggar hukum.

“Disitu ada Polisi,  TNI dan tokoh masyarakat Jayanti. Kami juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan Cipta,” tukasnya. (joe)