Penjual Airsoft Gun Ilegal Di Ringkus Polisi

Penjual Airsoft Gun Ilegal Di Ringkus Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penjual Airsoft Gun Ilegal Di Ringkus Polisi, Berita561

Penjual Airsoft Gun Ilegal Di Ringkus Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penjual Airsoft Gun Ilegal Di Ringkus Polisi, 561, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penjual Airsoft Gun Ilegal Di Ringkus Polisi

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol. Bambang Priyo Andogo saat menunjukan barang bukti Airsoft Gun ilegal, senin (11/02/2013)
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol. Bambang Priyo Andogo saat menunjukan barang bukti Airsoft Gun ilegal, senin (11/02/2013)

TRUSTKOTACOM – Seorang penjual  airsoft gun ilegal berinisial SY (45), warga Kampung Pondok Makmur, Jalan Delima V D-6 No 05, RT 7/7, Kelurahan  Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ditangkap petugas Polres Kota Tangerang.

“Tersangka ditangkap karena terbukti menjual airsoft gun ilegal kepada masyarakat. Hal itu sangat berbahaya, mengingat senjata tersbut kerap digunakan untuk aksi kejahatan,” kata Kombes Pol. Bambang Priyo Andogo Kapolres Kota Tangerang, Senin (11/02/2013).

Menurutnya, tersangka sudah menjual airsoft gun ilegal selama kurang lebih satu tahun di tokonya yang berkedok penjualan atribut TNI dan Polri. Satu unit airsoft gun jenis pistol dijual seharga Rp 4 juta.

“Tersangka sudah berhasil menjual 4 unit airsoft gun. Dari pengakuanya, tersangka mendapatkan senjata itu dari sebuah toko di Jakarta,” tambah Bambang.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mendapatkan barang bukti dua unit airsoft gun, 500 butir peluru plastik, dua buah green gas, tiga buah gas pelontar dan nota penjualan.

“Bagi masyarakat yang memiliki airsoft gun tanpa dokumen yang lengkap, segera melapor dan menyerahkannya ke polisi. Karena dapat melanggar pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat No. 12/1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin. Yang ancaman hukumaannya 20 tahun penjara,” himbau Bambang. (cun)