Pengurus PPP Bersaing Duduki Kursi Pimpinan DPRD Banten

Pengurus PPP Bersaing Duduki Kursi Pimpinan DPRD Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengurus PPP Bersaing Duduki Kursi Pimpinan DPRD Banten, Berita984

Pengurus PPP Bersaing Duduki Kursi Pimpinan DPRD Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengurus PPP Bersaing Duduki Kursi Pimpinan DPRD Banten, 984, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengurus PPP Bersaing Duduki Kursi Pimpinan DPRD Banten

Lima Caleg DPRD Banten dari PPP terpipih berfoto bersama Ketua DPW PPP Banten H. Mardiono (Berpeci).
Lima Caleg DPRD Banten dari PPP terpipih berfoto bersama Ketua DPW PPP Banten H. Mardiono (Berpeci).

TRUST BANTEN – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Banten, menetapkan lima dari delapan anggota DPRD Banten terpilih periode 2014-2018, untuk mengikuti seleksi sebagai calon pimpinan DPRD Banten.

Lima kader PPP itu akan menjalani uji publik dan uji kelayakan untuk menempati posisi Wakil Ketua DPRD Banten yang diperoleh PPP.

“Rapat pengurus harian menetapkan, dari delapan orang yang terpilih sebagai Anggota DPRD Banten, hanya lima orang yang diusulkan dan disepakati mengikuti uji kelayakan dan uji kepatutan untuk menempati kursi Wakil Ketua DPRD Banten yang diperoleh PPP,” kata Ketua DPW PPP Banten, Muhamad Mardiono, usai rapat di Kantor DPW PPP, Ciracas, Kota Serang, Rabu (20/8/2014).

Kelima pengurus harian DPW PPP Banten yang bersaing untuk mengisi kursi pimpinan DPRD Banten dari PPP itu adalah Yayat Supriatna (Sekretaris DPW), M. Sayuti (Wakil Ketua DPW), Muflikhah (Wakil Sekretaris DPW), Kurtubi Suud (Wakil Ketua DPW), dan Hadi Safari (Wakil Ketua DPW).

“Rapat pengurus menyepakati, lima orang yang dicalonkan sebagai pimpinan DPRD Banten adalah anggota dewan terpilih yang diambil dari unsur pengurus harian DPW. Tahap pertama, mereka akan diuji publik. Kami akan menjaring tanggapan dan masukan dari publik terhadap lima nama tersebut,” ujar Mardiono.

Menurut Mardiono, mekanisme uji kelayakan dan uji kepatutan, termasuk uji publik dilakukan atas dasar menjawab respons dan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Persatuan Pembangunan di Provinsi Banten. Bahwa hasil pemilu legislatif 2014, PPP menempati rangking ke-4 atau naik tiga peringkat dari pemilu sebelumnya. Perolehan suara naik 30 persen, jumlah kursi bertambah dari lima menjadi delapan kursi.

“Itu adalah hasil dari kepercayaan publik kepada PPP. Karena itulah kami akan melibatkan kembali masyarakat, khususnya yang telah memberikan kepercayaan memilih PPP pada pemilu lalu, untuk memilih dan memberikan masukan kepada sosok yang akan ditugaskan oleh PPP sebagai pimpinan dewan,” katanya.

Setelah uji publik, kelimanya akan menjalani fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang melibatkan unsur akademisi dan tokoh masyarakat. “Setelah diuji publik, mereka akan diuji lagi, formatnya fit and proper test, terbuka,” tutur Mardiono.

Pada bagian lain, Mardiono mengungkapkan, bahwa tiga anggota DPRD Banten terpilih lainnya yakni Achmad Fauzi, Iskandar, dan Ade Yuliasih, hanya mengikuti uji kelayakan dan uji kepatutan untuk menempati posisi pimpinan fraksi atau komisi.

Mereka tidak dicalonkan untuk mengisi kursi Wakil Ketua DPRD Banten karena bukan dari unsur kepengurusan partai tingkat provinsi (Pengurus Harian DPW PPP Banten).

Diketahui bahwa Achmad Fauzi sebagai Ketua DPC PPP Kota Tangerang Selatan, kemudian Iskandar Zulkarnaen sebagai Ketua DPC PPP Kota Tangerang dan Ade Yuliasih anggota biasa PPP. (Nem/dik)