Pengembang Mega Proyek PIK II Mangkir Panggilan DTRB

Pengembang Mega Proyek PIK II Mangkir Panggilan DTRB, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengembang Mega Proyek PIK II Mangkir Panggilan DTRB, Berita931

IMG-20200721-WA0043

TRUST TANGERANG – PT Sharindo Matrana yang melakukan pengurugan di Kampung Beuting, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang dalam mega proyek PIK II, mangkir saat dipanggil oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB).

PT Sharindo Matrana disurati oleh pihak DTRB pada Senin (20/7) kemarin guna diminta keterangannya akan perijinan yang di kantongi oleh PT Sharindo Matrana pada pengurugan mega proyek PIK II.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Kasi Wasdal) DTRB, Yus Ahmad mengatakan, pemanggilan sudah dilayangkan oleh pihaknya ke PT Sharindo Matrana.

“Pemanggilan pertama gak datang,” tegasnya saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat whatsapp, Selasa (21/7).

Dikatakan Yus, pihaknya akan melakukan upaya pemanggilan ke dua terhadap pihak PT Sharindo Matrana.

“Nanti hari jumat kita akan panggil lagi PT Sharindo Matrana,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, mega proyek yang digadang-gadang oleh pemerintah sejatinya harus untuk kesejahteraan masyarakatnya. Namun keadaan tersebut berbanding terbalik dengan pembangunan Pantai Indah Kapuk II yang menyisakan duka bagi warga Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Kurang lebih seluas 486 hektar Desa Tanjung Burung perlahan mulai digerus oleh megahnya proyek PIK II, yang sangat ironi nya lagi, tanah milik masyarakat pun harus dihargai Rp 90.000 permeternya yang jauh dari standar harga layak. (ian/red)

www.trustkota.com