Penganiayaan Murid, Dindik Lebak Diminta Ikut Andil

Penganiayaan Murid, Dindik Lebak Diminta Ikut Andil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penganiayaan Murid, Dindik Lebak Diminta Ikut Andil, Berita666

Penganiayaan Murid, Dindik Lebak Diminta Ikut Andil, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penganiayaan Murid, Dindik Lebak Diminta Ikut Andil, 666, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penganiayaan Murid, Dindik Lebak Diminta Ikut Andil

Korban ketika diwawancara wartawan
Korban ketika diwawancara wartawan

LEBAK,TRUSTKOTA- Pemerhati Kebijakan Publik Nurfalah mengatakan untuk masalah penganiyayaan murid yang dilakukan oleh oknum guru telah mencoreng nama baik pendidikan di Kabupaten Lebak, terlebih Kabupaten Lebak memiliki program andalan Lebak Cerdas 2019 yang bertujuan mencerdaskan masyarakat di Lebak, baik itu pendidik maupun masyarakat yang sedang menimba ilmu. Dengan adanya insiden tersebut pemerintah Kabupaten Lebak dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak harus ikut andil dab mengambil langkah tegas.

“Program andalan Bupati Lebak adalah Lebak Cerdas 2019, Faktanya dilapangan masih ada saja tenaga pendidik yang mencoreng nama baik pendidikan, seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak harus ikut andil jangan dibiarkan begitu saja,”kata Falah, Di Rangkasbitung, Sabtu (08/08/2015).

Falah menilai, tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut sangat disayangkan menyusul dirinya sebagai tenaga pendidik yang seharusnya menjadi contoh untuk yang lain.

“Sangat disayangkan di jaman yang sudah segalanya serba hukum masih ada aja saja yang bermain dengan kekerasan, apalagi ini tenaga pendidik. Tidak harus dindik Lebak yang ikut andil, Bupati sebagai pencetus program Lebak cerdas harus bisa menyikapi ini,”pungkasnya.

BACA JUGA >> Tertawa Berlebihan, Oknum Guru Di Lebak ‘Pukuli’ Murid

Sekedar diketahui  Rizki Bastiar Dahlan (17) Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Setia Budhi Rangkasbitung terpaksa harus menerima luka memar dibagian dahinya akibat perlakuan kasar dari Dedi (45) salah seorang guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) disekolahnya.

Awalnya, kata Rizki, guru tersebut mengajar pelajaran BP dikelas, sekitar pukul 10.30 saat menerangakan guru tersebut batuk dengan menimbulkan suara yang lucu yang menyebabkan seluruh siswa di kelas tertawa.

“Setelah semua selesai tertawa, saya masih saja tertawa , padahal saya menertawakan teman saya yang tertawanya konyol,”kata Rizki, Di Polres Lebak, Jumat (07/08/2015). (Riz)