Pengamat Politik: Parpol Jadi Kacang Goreng di Pemilukada

Pengamat Politik: Parpol Jadi Kacang Goreng di Pemilukada, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengamat Politik: Parpol Jadi Kacang Goreng di Pemilukada, Berita699

Pengamat Politik: Parpol Jadi Kacang Goreng di Pemilukada, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengamat Politik: Parpol Jadi Kacang Goreng di Pemilukada, 699, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengamat Politik: Parpol Jadi Kacang Goreng di Pemilukada

Parpol Diborong di Pemilukada (foto- net)
Parpol Diborong di Pemilukada (foto- net)

TANGERANG TRUSTKOTA-Aksi borong-borong Partai Politik (Parpol) terjadi di Pemilukada di Banten. Praktek demikian terjadi di Kabupaten Serang, Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangsel.

“Partai menjadi kacang goreng. Diborong pada setiap event suksesi yang dikandidati oleh klan politik keluarga,” ujar Ikhsan Ahmad, Pengamat Politik Untirta Banten kepada TrustKota.Com, Kamis (30/7/2015).

Menurut Ikhsan Ahmad, kasus korupsi yang mendera mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bukan akhir dari frame kekuasaan dalam konteks politik keluarga. Hal tersebut hanya menjadi momentum terhadap perubahan yang seharusnya disikapi secara signifikan oleh elemen politik lainnya di Banten.

“Parpol di Banten telah lama menjadi patronase klan politik keluarga pada kebutuhan pragmatis setiap suksesi kekuasaan. Performa kandidat politik yang akan tampil hampir 90 persen ditentukan oleh kelayakan pendanaan,” tandasnya.

Lanjut Ikhsan, Partai yang ada bisa dikatakan belum percaya diri untuk menampilkan performa kaderisasi yang lebih mengedepankan value dan ideologi. Sehingga kandidat yang tampil merupakan representasi klan politik keluarga yang juga menjadi anggota Parpol.

“Bisa diduga secara kuat memang seleksi yang ada bersifat ekaklusif, sentralistk dan berorientasi ekonomi,” pungkasnya. (joe)