Pengamat: Anggota Dewan Tak Reses, Punismentnya Yah Jangan Dipilih Lagi

Pengamat: Anggota Dewan Tak Reses, Punismentnya Yah Jangan Dipilih Lagi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengamat: Anggota Dewan Tak Reses, Punismentnya Yah Jangan Dipilih Lagi, Berita354

Pengamat: Anggota Dewan Tak Reses, Punismentnya Yah Jangan Dipilih Lagi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengamat: Anggota Dewan Tak Reses, Punismentnya Yah Jangan Dipilih Lagi, 354, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pengamat: Anggota Dewan Tak Reses, Punismentnya Yah Jangan Dipilih Lagi

Memed Chumaedi, Pengamat Politik UMT
Memed Chumaedi, Pengamat Politik UMT

TRUSTKOTA TANGERANG- Pengamat Politik Memed Chumaedi menanggapi maraknya budaya ‘monolak reses’ (tidak ambil reses) bagi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tangerang.

“Kalau anggota dewan tidak reses, publik jangan diam saja. Dan harus mempertanyakan kinerja dewan yang demikian itu,” ujar Memed Chumaedi, Senin (8/5/2017)

Menurut Memed, publik berhak mengawasi wakil rakyat yang melenggang di legislatif. “Pastinya kalau kinerja baik maka rewardnya akan terpilih kembali, tapi jika kinerja tidak maksimal termasuk tidak menjalankan reses maka punishmentnya yah harus jangan dipilih kembali,” tukas dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) ini.

Menurut Memed, secara teori ada beberapa faktor yang mempengaruhi reses, yakni perwakilan politik sebagai mandate, publik punya espektasi kepada dprd sebagai yang mewakilinya untuk bertindak atas yang diwakilinya (rakyat). Selanjutnya akuntabilitas politik sebagai pertanggung jawaban politik anggota DPRD dalam kinerjanya.

Selain itu juga berpengaruh pada kepentingan politik. Yakni peran DPRD dalam reses untuk share kepentingan antar sesama DPRD untuk kepentingan publik secara makro.

Lebih lanjut juga berpengaruh pada tuntutan masyarakat pemilih. “Hal inilah yg menjadi kunci bahwa reses menjadi tujuan utama untuk mengapresiasi dan mengamini apa yang menjadi tuntutan masyarakat kepada anggota DPRD,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, pada Reses I DPRD Kabupaten Tangerang 2017. Terdapat satu anggota DPRD yang tidak melaksanakan reses.

Bukan kali pertamanya terjadi kejadian tersebut berlangsung. Pada 2016 yang lalu sebanyak 7 anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang menolak untuk reses. (joe)