Penerapan Full Day School di Kota Tangsel Terkendala

Penerapan Full Day School di Kota Tangsel Terkendala, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penerapan Full Day School di Kota Tangsel Terkendala, Berita449

Penerapan Full Day School di Kota Tangsel Terkendala, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penerapan Full Day School di Kota Tangsel Terkendala, 449, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Penerapan Full Day School di Kota Tangsel Terkendala

images (18)

TRUSTKOTA TANGSEL-. Penerapan full day school atau 8 jam sehari selama lima hari telah ditetapkan pemerintah pusat.

Aturan tersebut ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peendikbud Nomor 23 tahun 2017.

Namun, kondisi di lapangan belum siap karena terkendala infrastruktur seperti sarana dan prasana. Pasalnya tidak sedikit sekolah yang menerapkan jam pagi dan sore.

Seperti di Kota Tangsel, Provinsi Banten, penerapan full day school masih menjadi kendala.

” Di Kota Tangsel terdapat 157 sekolah dasar. Namun 88 sekolah belum melaksanakan full day school karena faktor kesiapan infrastruktur yang masih menerapkan jam masuk pagi-sore,” ujar Taryono, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Rabu (14/6/2017).

Terang Taryono, selain di tingkat, sekolah dasar. Tingkat SMP juga menjadi kendala yang sama. Karena dari 22 SMP yang ada terdapat dua sekolah yang belum bisa menerapkan belajar 8 jam tersebut.

“Tapi, kami berkomitmen untuk melaksanakan aturan full day school di seluruh sekolah di Kota Tangsel,” tukasnya.L

Lanjut Karyono, Pemkot Tangsel menargetkan tahun 2020 seluruh sekolah menerapkan jam pagi. Agar bisa melaksanakan Permendikbud. (rif/red)