Pencuri Burung di Batu Ceper Ambruk Ditembak Polisi

Pencuri Burung di Batu Ceper Ambruk Ditembak Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pencuri Burung di Batu Ceper Ambruk Ditembak Polisi, Berita455

Pencuri Burung di Batu Ceper Ambruk Ditembak Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pencuri Burung di Batu Ceper Ambruk Ditembak Polisi, 455, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pencuri Burung di Batu Ceper Ambruk Ditembak Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM – Hanafi Tiofik (42), satu dari empat spesialis pencuri burung, ambruk setelah timah panas petugas Polsek Batu Ceper, bersarang dikakinya, Senin (25/11/2013). Ia terpaksa ditembak petugas karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Tersangka lainnya adalah, Taufik Saleh (37) dan Yusup (34). Mereka ditangkap saat kedapatan tengah mencuri sebuah kios burung di Jalan Halim Perdana Kusuma, RT 02/04, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, sekitar pukul 04.30 WIB. Sementara, satu tersangka bernama Edi, berhasil kabur dari sergapan petugas.

“Pelaku terpaksa ditembak telapak kakinya, karena hendak menyerang petugas Buser dengan golok saat hendak ditangkap,” kata Kapolsek Batu Ceper Kompol Krismi Widodo.

Kapolsek menjelaskan, dihari yang sama para pelaku sempat berhasil membobol toko burung milik Budi di Perumahan Taman Royal 1, Jalan Cendana 8 no 28, RT 05/15, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Pelaku berhasil membawa tiga burung yakni satu jenis Murai dan dua Kenari.

“Jadi semalam itu dua TKP yang mereka disatroni. TKP pertama berhasil, tapi TKP ke dua kepergok anggota Buser yang sedang patroli,” tukasnya.

Kanit Reskrim Polsek Batu Ceper AKP Abdul Gani mengatakan, mereka merupakan komplotan spesialis pencuri burung hias atau burung yang punya suara merdu di toko-toko burung. Dalam pengakuannya, sudah ada 15 kios burung yang berhasil mereka gasak.
.
“Mereka kerap mencuri di wilayah Batu Ceper, Cipondoh dan Benda. Modusnya yakni dengan mencongkel gembok toko menggunakan tang saat dini hari, lalu memasukkan burung ke dalam kantong kain yang sudah mereka bawa,” ungkapnya.

Gani menambahkan, dalam setiap aksinya, mereka selalu membawa peralatan pencuriannya di dalam tas alat pancing lengkap dengan pancingannya, guna mengelabuhi orang-orang disekitar. Selain itu mereka juga membawa satu buah golok untuk berjaga-jaga.

“Jadi kalau ditanya orang, mereka mengaku mau mancing atau pulang mancing,” katanya.

Sementara, tersangka Taufik mengaku baru beraksi selama dua minggu. Satu burung hasil curian biasa di jualnya seharga Rp 175 ribu hingga – Rp 300 ribu. “Uangnya buat beli susu anak,” akunya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dapat dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara. (ges)