Pencalonan Arief-Sachrudin Diduga Melanggar AD/ART dan UU Pemilu

Pencalonan Arief-Sachrudin Diduga Melanggar AD/ART dan UU Pemilu, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pencalonan Arief-Sachrudin Diduga Melanggar AD/ART dan UU Pemilu, Berita751

Pencalonan Arief-Sachrudin Diduga Melanggar AD/ART dan UU Pemilu, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pencalonan Arief-Sachrudin Diduga Melanggar AD/ART dan UU Pemilu, 751, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pencalonan Arief-Sachrudin Diduga Melanggar AD/ART dan UU Pemilu

Arief R. Wismansyah-Sachrudin
Arief R. Wismansyah-Sachrudin

TRUSTKOTACOM – Pencalonan Arief R Wismansyah (Wakil Walikota Tangerang) sebagai Balon Walikota Tangerang  yang akan di dampingi oleh Sachrudin (Camat Pinang) pada pemilukada Kota Tangerang, 31 Agustus 2013, nampaknya bakal kandas. Pasalnya, pencalonan pasangan ini, diduga telah melanggar ADRT partai pendukungnya serta Undang-Undang Pemilu.

Wakil Ketua II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat, Provinsi Banten, Herry Rumawatine, membenarkan kalau pencalonan pasangan Arief-Sachrudin oleh partainya telah melanggar AD/ART dan Undang-Undang Pemilu.

Seharusnya, kata Ketua DPRD Kota Tangerang ini, pencalonan Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota di tanda tangani oleh Ketua DPC partai definitif atau sekurang-kurangnnya sekretaris dan bukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) seperti pencalonan Arief-Sachrudin.

“Dengan begitu, pencalonan Arief-Sachrufdin tentunya tidak didukung oleh AD/ART atau Undang-Undang Pemilu, sehingga keberadaannya  harus di uji coba atau di kembalikan kepada keputusan Partai. Ini patut di uji coba. Karena di dalam AD/ART maupun undang-Undang Pemilu disebutkan, yang bertanda  tangan di dalam pencalonan Walikota/Wakil Walikota adalah Ketua Definitif atau sekretaris, bukan Plt,” kata Herry, Minggu (07/07/2013).

Direktur Kebijakan Publik (LKP) Ibnu Jandi mengatakan, fakta-fakta hukum terkait dengan pencalonan pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin  periode 2013 – 2018 yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat telah tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum, sebagaimana dalam diatur Pasal 65 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pedoman Teknis Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

“Partai politik atau gabungan partai politik dalam mendaftarkan bakal pasangan calon, wajib menyerahkan surat pencalonan (Model B-KWK.KPU PARTAI POLITIK) beserta lampirannya yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik atau para pimpinan partai politik yang bergabung. Pimpinan partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Ketua dan Sekretaris partai politik atau sebutan lain, menyampaikan nama lengkap bakal pasangan calon dalam formulir Model B-KWK.KPU PARTAI POLITIK yang ditulis sama dengan nama sebagaimana tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk,” kata Jandi.

Menurutnya,yang dimaksud sebagai pimpinan partai politik berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pedoman Teknis Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, adalah Ketua dan Sekretaris partai politik atau para Ketua dan para Sekretaris gabungan partai politik sesuai tingkatannya atau dengan sebutan lain sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai politik yang bersangkutan (Pasal 1 angka 7 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2012).

“Dalam Anggaran Rumah Tangga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) maupun di dalam Anggaran Dasar Partai Demokrat diatur secara tegas bahwa Ketua Dewan Pimpinan Cabang dipilih oleh Musyawarah Cabang, sebagaimana diuraikan, Pasal 68 ayat (1) serta Pasal 99 Anggaran Dasar Partai Demokrat mengatur bahwa Ketua Dewan Pimpinan Cabang dipilih oleh Musyawarah Cabang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun,” terangnya.

Selain itu, dalam pasal 22 ayat (4) Anggaran Rumah Tangga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatur bahwa Dewan Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada Musyawarah Cabang untuk masa jabatan lima tahun. Lanjut Jandi, surat pencalonan pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin, baik yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) maupun surat pencalonan dari Partai Demokrat ditandatangani oleh pihak-pihak yang notabene merupakan pejabat sementara:

“Bahwa dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pihak yang menandatangani surat pencalonan bagi Pasangan bakal calon waikota dan wakil walikota Arief R Wismansyah-Sachrudin adalah Saudara Kemal Fasya Majid, S.Ag.,ST yang merupakan pejabat sementara, sesuai dengan Hasil Rapat Pleno Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kota Tangerang tanggal 18 September 2012 menggantikan Ketua Dewan Tanfidz Dewan Pengurus Cabang Kota Tangerang sebelumnya, yaitu saudara H. Hasan Efendi, S.E yang meninggal dunia, dimana mengacu pada ketentuan Pasal 25 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Rumah Tangga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),” tambah Jandi.

Dalam Ayat (1) itu, masih kata Jandi, pengisian lowongan antar waktu personalia Dewan pengurus partai yang dipilih diluar Muktamar, Muktamar luar biasa, Musyawarah atau Musyawarah luar biasa, dilakukan melalui rapat pleno Dewan pengurus. Dan dalam Ayat (2), pengisian lowongan antar waktu Ketua Dewan Syura, Ketua Umum Dewan Tanfidz dan Ketua Dewan Tanfidz yang disebabkan meninggal dunia atau mengundurkan diri, maka Dewan pengurus partai dapat mengisi lowongan tersebut dengan menunjuk pejabat sementara yang disahkan melalui Surat Keputusan Dewan Pengurus Partai pada tingkatan masing-masing melalui rapat pleno.

“Di Ayat (3) Pejabat sementara sebagaimana dimaksud dalam pasal ini hanya berwenang mengambil keputusan yang berkaitan langsung dengan persiapan Muktamar Luar Biasa atau Musyawarah Luar Biasa. Sehingga berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka Saudara Kemal Fasya Majid, S.Ag.,ST mempunyai kewenangan yang limitatif yaitu hanya untuk persiapan Muktamar Luar Biasa atau Musyawarah Luar Biasa, dengan demikian jelas dan terang bahwa Saudara Kemal Fasya Majid, S.Ag.,ST., tidak berwenang untuk menandatangani surat pencalonan pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang Arief R Wismansyah-Sachrudin,” beber Jandi. (DA)

HipnoGasm 250 x 250

Berita Terkait