Pemkot Tangerang Stop Kerjasama Dengan RS Sari Asih

Pemkot Tangerang Stop Kerjasama Dengan RS Sari Asih, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkot Tangerang Stop Kerjasama Dengan RS Sari Asih, Berita483

Pemkot Tangerang Stop Kerjasama Dengan RS Sari Asih, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkot Tangerang Stop Kerjasama Dengan RS Sari Asih, 483, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Pemkot Tangerang Stop Kerjasama Dengan RS Sari Asih

Rumah Sakit Sari Asih
Rumah Sakit Sari Asih

TRUSTKOTACOM – Karena dinilai menyedot anggaran program kesehatan gratis  cukup besar, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, terpaksa memutus kerjasama lima rumah sakit (RS) yang melayani warga miskin di daerah tersebut.

Ke-lima rumah sakit yang diputus sementara sejak kemarin ( 21/08/2013), itu adalah, empat RS  dalam naungan Sari Asih Group, masing-masing rumah sakit  Sari Asih Karawaci, Sari Asih Ciledug, Sari Asih Sangiang, Ar-Rahman, dan  RS Hermina.

“Kami terpaksa menghentikan kerjasama ini karena tagihan rumah sakit tersebut sudah cukup tinggi, yaitu mencapai Rp 40 Miliar. Sedangkan anggaran yang dipersiapkan untuk program itu di tahun 2013 ini sebesar Rp 50 miliar,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Tangerang, Lilly Indriwati,  di Kantor Dinkes Kota Tangerang, Banten, kemarin.

Tidak hanya itu,  nantinya, kata dia  Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Tangerang, juga akan memberlakukan kebijakan tersebut  kepada RS  lain  yang  bekerja sama dengan Pemkot Tangerang.

Dikonfirmasi masalah tersebut Direktur RS Sari Asih Karawaci, Mahruzaman membenarkan. Dan pihaknya sudah menerima pemberitahuan tersebut  dari Dinkes Pemkot Tangerang pada Selasa,20 Agustus 2013. “Surat pemutusan kerjasama itu sudah  kami terima. Namun  sebelumnya, tidak ada pertemuan terlebih dahulu,” kata dia kepada wartawan.

Berdasarkan data yang diperoleh, tingginya dana program kesehatan gratis itu tidak lepas dari berdirinya RS Ar Rahmah sejak tiga tahun lalu. Pasanya rumah sakit yang awalnya didirikan  sebagai rumah sakit swasta non profit (wakaf) bergeser menjadi rumah sakit profit kelas tiga, yang digunakan untuk menampung  limpahan pasien dari RS Sari Asih grup.

Akibatnya klaim  pembayaran RS Ar-Rahman  kepada Pemkot Tangerang tergolong tinggi nomor dua setelah RSUD Kabupaten Tangerang. Itu terlihat dari  rekapitulasi tagihan bulan Januari hingga Juni 2013 lalu yang mencapai kurang lebih  10.052 miliar dengan jumlah pasien 8,395 orang.

Sedangkan di RSUD Tangerang yang jumlah psiennya lebih tinggi atau sebanyak 23,806 orang, tagihannya hanya Rp  11,522 miliar. Dengan begitu berarti klaim penagihan  RS Ar-Rahman   jauh lebih tinggi. Begitu juga bila  dibandingkan RS Sitanala dengan pasien 7.630 orang yang jumlah pengihannya  hanya Rp 3,407 miliar.

“Yang jelas pasien disini  tidak harus dari golongan kaum dhuafa. Tapi  Juga bisa berasal dari masyarakat mampu yang mau ditempatkan di klas tiga. Dan biayanya tetap di klaim ke Dinas Kesehatan,”kata Misnaeni. (ges)